Sabtu, 24 Oktober 2026
15:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Masyarakat yang Harmonis

Masyarakat yang Harmonis

Bagikan:
250px-%E5%8A%AA%E5%8A%9B%E6%9E%84%E5%BB%BA%E5%92%8C%E8%B0%90%E7%A4%BE%E4%BC%9A%2C_%E6%96%B0%E7%96%86%E4%BC%8A%E7%8A%81%E5%B7%9E%E9%98%BF%E5%8B%92%E6%B3%B0%E5%9C%B0%E5%8C%BA%E5%9C%B0%E6%96%B9%E7%A8%8E%E5%8A%A1%E5%B1%80.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Spanduk iklan bertuliskan "Berusaha membangun masyarakat yang harmonis" di sebuah Kantor Pajak lokal di Xinjiang
250px-SheHuiZhuYiRongRuGuan_HeXieSheHui_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Slogan bertuliskan:
树立社会主义荣辱观 (Membangun pandangan sosialis tentang kehormatan dan rasa malu)
培育和谐社会新风尚 (Mengembangkan tren baru dalam masyarakat yang harmonis)
di Stasiun Kereta Nanjing
Masyarakat yang Harmonis
Hanzi tradisional: 和諧社會
Hanzi sederhana: 和谐社会
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: héxié shèhuì

Masyarakat yang Harmonis (Hanzi:和谐社会; Pinyin:héxié shèhuì atau sering disebut Masyarakat Sosialis yang Harmonis) adalah konsep sosioekonomi di Tiongkok yang diakui sebagai respons terhadap meningkatnya dugaan ketidakadilan dan kesenjangan sosial yang muncul di masyarakat Tiongkok Daratan, sebagai akibat dari pertumbuhan ekonomi yang tidak terkendali, sehingga menyebabkan konflik sosial. Oleh karena itu, filosofi pemerintahan telah bergeser dari pertumbuhan ekonomi menjadi keseimbangan dan harmoni masyarakat secara keseluruhan.[1] Bersama dengan konsep Xiaokang (masyarakat kelas menengah yang sudah cukup makmur), konsep Masyarakat yang Harmonis ditetapkan sebagai salah satu tujuan dan strategi nasional oleh Partai Komunis Tiongkok yang berkuasa.

Konsep Masyarakat yang Harmonis berasal dari Tiongkok kuno hingga zaman Konfusius, sehingga konsepnya bercirikan Konfusianisme Baru.[2][3][4][5][6][7] Pada zaman modern, konsep Masyarakat yang Harmonis berkembang menjadi karakteristik khusus dari konsep Pandangan ilmiah tentang pembangunan yang diciptakan oleh Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok Hu Jintao dan telah dikembangkan pada pertengahan tahun 2000-an, yang kemudian diperkenalkan kembali oleh Pemerintahan Hu-Wen selama Kongres Rakyat Nasional 2005.

Promosi "Masyarakat yang Harmonis" menunjukkan bahwa filosofi Hu Jintao telah menyimpang dari filosofi para pendahulunya.[8] Menjelang akhir masa jabatannya pada tahun 2011, Hu Jintao tampaknya memperluas ideologinya ke dimensi internasional, dengan fokus pada perdamaian dunia dan kerja sama internasional, yang mengarah pada "dunia yang harmonis". Sedangkan pada pemerintahan selanjutnya, Xi Jinping, menggunakan filosofi Masyarakat yang Harmonis dengan lebih terbatas, kemungkinan agar lebih fokus untuk mewujudkan slogan Impian Tiongkok ciptaannya.

Referensi

  1. ↑ "China's Party Leadership Declares New Priority: 'Harmonious Society'". The Washington Post. Oktober 12, 2006. Diakses tanggal 2011-01-20.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Guo And Guo (15 Agustus 2008). China in Search of a Harmonious Society. Lexington Books. ISBN 978-0-7391-3042-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Ruiping Fan (11 Maret 2010). Reconstructionist Confucianism: Rethinking Morality after the West. Springer Science & Business Media. ISBN 978-90-481-3156-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Bell, Daniel A. (September 14, 2006). "China's leaders rediscover Confucianism - Editorials & Commentary - International Herald Tribune". The New York Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Confucian concept of harmonious society". koreatimes.co.kr. September 18, 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Rosker, Jana. "Modern Confucianism and the Concept of Harmony". academia.edu.
  7. ↑ Arnold, Perris. 1983. "Music as Propaganda: Art at the Command of Doctrine in the People's Republic of China." Ethnomusicology 27(1):1–28.
  8. ↑ Zhong, Wu. October 11, 2006. "China yearns for Hu's 'harmonious society'." Asia Times.


40px-Flag-map_of_the_Greater_People%27s_Republic_of_China.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Tiongkok ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan