Kamis, 15 Oktober 2026
14:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Martin de Porres

Martin de Porres

Bagikan:
Martin dari Porres
250px-Martin_de_Porres.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir9 Desember 1579
Lima, Peru
Meninggal3 November 1639
Lima, Peru
Dihormati diGereja Katolik Roma, Gereja Lutheran, Gereja Anglikan
Beatifikasi1837 oleh Paus Gregorius XVI
Kanonisasi6 Mei 1962 oleh Paus Yohanes XXIII
Pesta3 November, 23 Agustus (Gereja Episkopal (Amerika Serikat))

Martin dari Porres (1569-1639) adalah santo pelindung karya penghapusan rasialisme.[1] Ia dilahirkan sebagai anak tidak sah dari seorang bangsawan Spanyol dan seorang perempuan Indian dari Panama.[1][2] Pada umur 12 tahun, ia belajar dan bekerja pada tukang cukur yang juga mampu mengobati.[2] Tiga tahun kemudian ia meninggalkan pekerjaan itu dan masuk Ordo Dominikan di Peru.[2] Di situ, ia tidak ingin menjadi imam melainkan menjadi bruder.[2] Sebagai Bruder, ia bertugas sebagai tukang pangkas rambut, tukang kebun, perawat, dan penjaga pintu.[1] Selain itu, ia menjadi penanggung jawab untuk mengobati orang sakit dan memberikan jatah makanan harian bagi kaum miskin di biaranya.[2] Kemudian ia juga membuka rumah bagi anak-anak yatim piatu dan rumah sakit bagi bayi-bayi yang dibuang oleh orang tuanya.[2] Martin juga bekerja bagi para budak Afrika dengan mengunjungi, menghibur, memberi makanan, serta obat-obatan.[2] Dikisahkan pula bahwa Martin sangat menyayangi berbagai macam binatang juga.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 A. Heuken. 1985. Ensiklopedi Orang Kudus. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Hal. 219.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 (Indonesia)Bernadette McCarver Snyder. 2001. 115 Kisah Santo-Santa yang Mengasyikkan. Yogyakarta: Kanisius. Hal. 100-101.


Ikon rintisan

Artikel bertopik Santo dan Santa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan