Selasa, 03 November 2026
03:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Martin Waldseemüller

Martin Waldseemüller

kartografer Jerman

Bagikan:
German cartographer and humanist scholarTemplat:SHORTDESC:German cartographer and humanist scholar
Martin Waldseemüller
250px-MartinWaldseem%C3%BCller.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Martin Waldseemüller (lukisan abad ke-19)
Lahirca 1470
Meninggal16 Maret 1520(1520-03-16) (umur 49–50)
AlmamaterUniversitas Freiburg
PekerjaanKartografer
GerakanRenaisans Jerman

Martin Waldseemüller (nama Latin: Martinus Ilacomilus atau Hylacomylus, ca. 1470 - ca. 1521/1522) adalah seorang pembuat peta, ilmuwan, dan pendeta dari Jerman. Ia lahir di Wolfenweiler, dekat Freiburg, Jerman dan meninggal di Saint-Die-des-Vosges, Prancis.

Pada 1507, ia menerbitkan sebuah peta dunia berjudul Universalis Cosmographia yang mencatat penggunaan nama "America" untuk pertama kalinya. Pada 1513, Waldseemüller mengubah kembali nama ini menjadi Terra Incognita, tetapi nama Amerika telah telanjur dikenal luas.

Biografi

Martin Waldseemüller lahir di Wolfenweiler, Jerman pada 1470. Ia tinggal dan bekerja dalam lingkaran intelektual kecil di Gymnasium Vosagense, Saint-Dié, Prancis.[1]

Semasa hidupnya, ia mencurahkan banyak waktu untuk bidang kartografi. Pada 1507 ia membuat peta dunia yang terkenal beserta satu set bola dunia mini (bola dunia dengan diameter tiga inci), dan "Cosmographiae Introductio" (sebuah buku untuk menemani peta).[1] Peta itu berjudul "Universalis cosmographia secunda Ptholemei traditionem et Americi Vespucci aliorum que lustrationes" ("Sebuah gambar dari seluruh bumi mengikuti tradisi Ptolemaus dan perjalanan Amerigo Vespucci dan lain-lain"). Peta itu memuat benua Amerika untuk pertama kalinya.[1]

Dia juga memproduksi karya Ptolemaeus "Geographiae" edisi 1513; "Carta Marina," peta dunia yang besar, pada 1516; dan peta dunia yang lebih kecil dalam "Margarita Philosophica Nova" pada 1515.[1]

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan