Sabtu, 24 Oktober 2026
06:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Marthen Kuayo

Bagikan:

Marthen Kuayo
Vikaris Jenderal Keuskupan Timika
GerejaGereja Katolik Roma
KeuskupanTimika
Jabatan lainAdministrator Diosesan Keuskupan Timika
Imamat
Tahbisan imam
20 April 1997
(29 tahun, 186 hari)
oleh Herman Ferdinandus Maria Münninghoff, O.F.M.
Informasi pribadi
Nama lahirMarthen Ekowaibi Kuayo
Lahir9 Januari 1967 (umur 59)
Timeepa, Timepa, Mapia Tengah, Dogiyai, Papua Tengah
KewarganegaraanIndonesia
DenominasiKatolik Roma
KediamanKeuskupan Timika

Latar belakang

R.D. Marthen Ekowaibi Kuayo adalah Vikaris Jenderal Keuskupan Timika. Ia juga menjabat sebagai Administrator Diosesan Keuskupan Timika.[1][2]

Marthen Ekowaibi Kuayo lahir pada 9 Januari 1967 di Kampung Timeepa, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, dari pasangan Donatus Kuayo (alm.) dan Kornelia Kotouki. Ia merupakan anak kedua dari sepuluh bersaudara. Sejak kecil, ia dibesarkan dalam keluarga Katolik yang sederhana dengan nilai kekeluargaan yang kuat, yang turut membentuk panggilannya sebagai imam Katolik.[3]

Rumah kelahirannya di Timeepa hingga kini masih dipertahankan oleh masyarakat setempat. Rumah tersebut memiliki nilai historis karena pada masa lalu pernah menjadi tempat tinggal para misionaris Katolik asal Belanda yang pertama kali mewartakan Injil di wilayah Dogiyai.[4]

Pendidikan dan formasi imamat

Kuayo menempuh pendidikan dasar di SD YPPK Santa Maria Timeepa, kemudian melanjutkan ke SMP YPPK Santo Fransiskus Asisi Moanemani dan SMA Taruna Dharma Jayapura.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia mengikuti Tahun Orientasi Rohani (TOR) atau masa novisiat di Seminari Tinggi selama satu tahun, kemudian melanjutkan studi Filsafat (Tingkat I Seminari Tinggi) selama kurang lebih dua hingga tiga tahun. Setelah itu, ia menjalani Tahun Orientasi Pastoral selama satu tahun sebelum menempuh studi Teologi (Tingkat II Seminari Tinggi) selama empat tahun.

Ia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1997 di Gereja Katolik Paroki Santo Petrus dan Paulus Argapura, Keuskupan Jayapura.[5]

Riwayat karya

  • 1997–2004: Melayani di Keuskupan Jayapura sebelum pembentukan Keuskupan Timika (7 tahun).[6]
  • 2004–2019: Vikaris Jenderal Keuskupan Timika dan Pastor Dekenat Paniai (15 tahun).[7]

Referensi

  1. ↑ "Ketua BP YPPK Perlu Kerjasama dalam Membangun Deiyai sebagai Kota Pendidikan". Diarsipkan dari asli tanggal 12 Juni 2018. Diakses tanggal 7 Juni 2018.
  2. ↑ Belau, Arnold (27 April 2020). "Pastor Marthen Kuayo: Selain Bagi Uang dan Beras, Pemerintah Juga Harus Bagi Alat Kerja". Suara Papua. Diakses tanggal 21 Mei 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Sejarah Keuskupan Timika". Keuskupan Timika. Diakses tanggal 11 September 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Mendewasakan Iman: Administrator Keuskupan Timika Layani Krisma di Paroki Timeepa". Keuskupan Timika. 14 Agustus 2024. Diakses tanggal 11 September 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Marthen Kuayo". Wikipedia bahasa Indonesia. Diakses tanggal 11 September 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2
  7. 1 2

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik Katolik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan