Maron | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Dam Wolu Pekalen | |||||
| Koordinat: 7°50′51″S 113°21′21″E / 7.84755598°S 113.35579266°E / -7.84755598; 113.35579266 | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Probolinggo | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Nurhafiva, S.Pi., M.A.P. | ||||
| Populasi (2025) | |||||
| • Total | 69.493 jiwa | ||||
| Kode pos | 67276 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.13.17 | ||||
| Kode BPS | 3513180 | ||||
| Luas | 51,39 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 18 | ||||
| |||||
Maron adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Walaupun letaknya jauh dari jalan nasional, Maron merupakan salah satu pusat ekonomi di Probolinggo. Di pusat kecamatan ini, terdapat Pasar Maron beserta Pasar Hewan Maron yang dianggap sebagai salah satu yang terbesar dan ramai di Kabupaten Probolinggo.[1][2] Salah satu ikon dari kecamatan ini adalah Dam Wolu di Desa Brabe. Dam atau bendungan tersebut merupakan peninggalan Belanda yang dibangun di Sungai Pekalen. Bangunan tersebut berkontribusi mengalirkan air ke berbagai lahan pertanian dan perkebunan di Maron, Banyuanyar, Tegalsiwalan, dan lainnya.[3][4] Pada zaman kolonial dulu, Probolinggo dikenal sebagai sentra perkebunan tebu dan industri gula. Di Maron sendiri juga terdapat Pabrik Gula (PG) Maron yang sekarang bangunannya tidak bersisa, walaupun masih terdapat beberapa bekas rumah dinas pegawai.[5]
Geografi

Maron adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Probolinggo bagian timur. Geografi Maron didominasi oleh areal persawahan dengan komoditas utamanya mencakup padi dan tebu. Salah satu sungai yang melintasi kecamatan ini adalah Sungai Pekalen. Sungai ini secara alami mengalir dari kawasan pegunungan di selatan, menuju ke utara di Selat Madura. Kemudian dengan adanya proyek kolonial Belanda yang sekarang disebut Dam Wolu, sungai tersebut juga dialirkan ke barat menuju Banyuanyar dan Tegalsiwalan untuk kepentingan irigasi.
Batas wilayah Kecamatan Maron adalah sebagai berikut:[6]
| Utara | Kecamatan Gending dan Kecamatan Pajarakan |
|---|---|
| Timur | Kecamatan Gading dan Kecamatan Krejengan |
| Selatan | Kecamatan Tiris |
| Barat | Kecamatan Banyuanyar |
Sejarah

Maron memiliki banyak peninggalan sejarah, terutama dari zaman kolonial Belanda. Beberapa di antaranya adalah Pabrik Gula (PG) Maron dan Dam Wolu di Sungai Pekalen. PG Maron adalah satu dari banyak pabrik gula yang berdiri di Probolinggo, dan dibangun sekitar tahun 1870-an oleh DFK Pietermaat. PG Maron memiliki nasib berbeda dengan pabrik gula di Gending atau Dringu yang masih aktif. Bahkan bangunan pabrik sudah tidak ada, dan diduga lokasinya berada di Lapangan Maron sekarang. Walaupun begitu, di sekitar lapangan masih terdapat bekas rumah dinas pegawai yang dihuni oleh pejabat kecamatan dan masyarakat.[5]
Galeri
- Perumahan PG Maron
- Sekolah pribumi di PG Maron
- Dam Pekalen
- Dam Pekalen
Daftar desa dan dusun
Kecamatan Maron terdiri dari 18 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / blok, yakni sebagai berikut:
| No. | Nama Kelurahan / Desa | Nama Dusun atau Blok | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Brabe | Krajan, Bringin, Kemuning, Klagin, Sumur | [6] |
| 2 | Brani Kulon | Krajan, Darungan, Jeten, Kacangan, Modin, Tengah | [6] |
| 3 | Brani Wetan | Krajan, Asinan, Capang, Jatiampoh, Lebah, Triwungan | [6] |
| 4 | Brumbungan Kidul | Krajan, Gluguk, Rambukoong, Redu | [6] |
| 5 | Ganting Kulon | Krajan, Asem, Gindul, Trewung | [6] |
| 6 | Ganting Wetan | Krajan, Bukolan, Karang Tengah, Kebonan | [6] |
| 7 | Gerongan | Krajan, Curah Kundang, Curah Lele, Sukun | [6] |
| 8 | Kedungsari | Krajan, Masjid, Srudin | [6] |
| 9 | Maron Kidul | Krajan Masjid, Krajan Pasar (Timpas), Brukan 1, Brukan 2, Montoran, Pekalen, Relban, Tulup | [6] |
| 10 | Maron Kulon | Krajan, Kramat, Paleran, Sukun, Sumberan, Tareta | [6] |
| 11 | Maron Wetan | Krajan I, Krajan II, Bujuran, Jagalan, Paleran | [6] |
| 12 | Pegalangan Kidul | Krajan, Bukara, Bunut, Paras, Sukun | [6] |
| 13 | Puspan | Krajan, Cangka, Kramat, Randu | [6] |
| 14 | Satreyan | Krajan, Bandungan, Gentengan, Satreyan Wetan | [6] |
| 15 | Suko | Krajan, Gumuk, Tugu, Wangkal | [6] |
| 16 | Sumberdawe | Krajan, Kolor, Nanas | [6] |
| 17 | Sumberpoh | Krajan, Arah, Penang | [6] |
| 18 | Wonorejo | Krajan, Candi, Gading, Kramat, Liyun, Rowo | [6] |
Tempat terkenal

- Pasar Maron dan Pasar Hewan Maron
- Masjid Besar Baiturrahman Maron
- Lapangan Maron
- Dam Wolu
- Puskesmas Maron
- Puskesmas Suko
Referensi
- ↑ Mufida (2023). "STRATEGI PEDAGANG PASAR TRADISIONAL DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN KONSUMEN DI PASAR MARON KECAMATAN MARON KABUPATEN PROBOLINGGO" (PDF). Digital Library UINKHAS Jember (Skripsi). Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember.
- ↑ Efendi Muhammad, ed. (2020-01-27). "Pasar Hewan Maron Kerap Macet, Dewan Rancang Jalur Lingkar". PANTURA7.
- ↑ Achmad Arianto (2026-05-10). "Jejak Kolonial di Dam Pekalen, Jantung Irigasi yang Menghidupkan Industri Gula Probolinggo". RADAR BROMO.
- ↑ Achmad Arianto (2024-02-24). "Kisah Dua Pintu Dam Delapan di Kecamatan Maron Yang Dipercaya Keramat". RADAR BROMO.
- 1 2 Achmad Arianto (2023-11-01). "Cerita Rumah Paula dan Sonja Jadi Saksi Jejak Kejayaan Pabrik Gula di Maron". RADAR BROMO.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Kabupaten Probolinggo Dalam Angka 2026. BPS Kabupaten Probolinggo. 2026-02-27.
| Kecamatan | ||
|---|---|---|
