Kamis, 15 Oktober 2026
20:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Markgrafschaft Brandenburg

Markgrafschaft Brandenburg

kepangeranan Kekaisaran Romawi Suci (1157–1806)

Bagikan:
Kepangeranan di Kekaisaran Romawi Suci (1157–1806)Templat:SHORTDESC:Kepangeranan di Kekaisaran Romawi Suci (1157–1806)
Mark/Markgrafschaft Brandenburg
Mark/Markgrafschaft Brandenburg  (Jerman)
1157–1806
Bendera Brandenburg
250px-Flag_of_Brandenburg_%281660%E2%80%931750%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Atas: Bendera atau panji angkatan laut ca 1684 (berdasarkan pada lukisan L. Verschuier[1])
Bawah: Bendera 1660–1750 yang digunakan Wangsa Hohenzollern
Markgrafschaft Brandenburg di dalam Kekaisaran Romawi Suci (1618)
Markgrafschaft Brandenburg di dalam Kekaisaran Romawi Suci (1618)
StatusNegara bagian Kekaisaran Romawi Suci
Elektor Kekaisaran (1356–1806)
Tanah mahkota Bohemia (1373–1415)
Ibu kotaBrandenburg an der Havel (1157–1417)
Berlin (1417–1806)
Bahasa umum
Agama Pengakuan yang dominan di antara penduduk adalah Katolik sampai tahun 1530-an, kemudian Lutheran.

Elektornya adalah seorang Katolik sampai tahun 1539, kemudian Lutheran sampai tahun 1613, dan kemudian direformasi.
PemerintahanMonarki
Markgraf 
• 1157–1170
Albrecht sang Beruang (pertama) 1417
• 1797–1806
Friedrich Wilhelm III (terakhir)
Sejarah 
• Didirikan
3 Oktober 1157
• Diangkat menjadi Elektorat
25 Desember 1356
27 Agustus 1618
18 Januari 1701
• Pembubaran
Kekaisaran Romawi Suci
6 Agustus 1806
Didahului olehDigantikan oleh
Nordmark
Federasi Lutici
Brandenburg-Küstrin
Keuskupan Brandenburg
Provinsi Brandenburg
Sekarang bagian dari


Markgrafschaft Brandenburg (bahasa Jerman:Markgrafschaft Brandenburg) adalah sebuah kepangeranan di Kekaisaran Romawi Suci dari tahun 1157 hingga 1806. Dikenal juga sebagai Mark Brandenburg, daerah ini memainkan peranan yang penting dalam sejarah Jerman dan Eropa Tengah.

Lihat Juga

Referensi

  1. ↑ Die kurbrandenburgische Flotte (1684)
  2. Berdasarkan beberapa penggambaran asli yang dilestarikan:
    • Beruang Berlin dengan lambang Brandenburg, akhir abad ke-18 / awal abad ke-19; Märkisches Museum Berlin
      Beruang Berlin dengan lambang Brandenburg, akhir abad ke-18 / awal abad ke-19; Märkisches Museum Berlin
    • Lukisan langit-langit (detail: alegori perempuan dengan karangan bunga bulir gandum dan elang Brandenburg), cat minyak di atas kanvas, 1751 (hancur dalam Perang Dunia II)
      Lukisan langit-langit (detail: alegori perempuan dengan karangan bunga bulir gandum dan elang Brandenburg), cat minyak di atas kanvas, 1751 (hancur dalam Perang Dunia II)
    • Museum Senftenberg (Kastel Senftenberg)
      Museum Senftenberg (Kastel Senftenberg)
  3. ↑ Berdasarkan beberapa penggambaran asli yang dilestarikan:
    • Beruang Berlin dengan lambang Brandenburg, akhir abad ke-18 / awal abad ke-19; Märkisches Museum Berlin
      Beruang Berlin dengan lambang Brandenburg, akhir abad ke-18 / awal abad ke-19; Märkisches Museum Berlin
    • Lukisan langit-langit (detail: alegori perempuan dengan karangan bunga bulir gandum dan elang Brandenburg), cat minyak di atas kanvas, 1751 (hancur dalam Perang Dunia II)
      Lukisan langit-langit (detail: alegori perempuan dengan karangan bunga bulir gandum dan elang Brandenburg), cat minyak di atas kanvas, 1751 (hancur dalam Perang Dunia II)
    • Museum Senftenberg (Kastel Senftenberg)
      Museum Senftenberg (Kastel Senftenberg)


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan