Sabtu, 31 Oktober 2026
14:16 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Maria Dermoût

Maria Dermoût

Bagikan:
250px-MariaDermout.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Maria Dermoût pada tahun 1907

Maria Dermoût (15 Juni 1888 – 27 Juni 1952) adalah seorang penulis Indo paruh pertama abad ke-20 yang menulis dalam bahasa Belanda. Dermoût diakui sebagai salah seorang tokoh paling terkemuka dalam sastra Belanda dan sastra Hindia Belanda.

Dalam terbitannya tertanggal Desember 1958, majalah Amerika Time memuji karyanya De Dienduizend Dingen ("kesepuluh ribu hal", 1955), yang diterjemahkan ke bahasa Inggeris dengan judul The Ten Thousand Things, sebagai buku terbaik tahun 1958, bersaingan dengan karya agung seperti Breakfast at Tiffany's oleh Truman Capote, Doctor Zhivago oleh Boris Pasternak dans Lolita oleh by Vladimir Nabokov.[1] Whitney Balliett dari The New Yorker menulis:

"Mrs. Dermout, in the manner of Thoreau and the early Hemingway, is an extraordinary sensualist. [...] in passages of a startling, unadorned, three-dimensional clarity; often one can almost touch what she describes."[2]

Riwayat hidup

Dermout lahir di Pekalongan dan disekolahkan di Negeri Belanda. Selesai sekolah, dia balik ke Jawa dan menikah di sana. Dia mengelili Pulau Jawa dan Maluku bersama suaminya. Tahun 1933 suaminya pensiun dan mereka balik ke Belanda, di mana suaminya meninggal tahun 1952.

Dermoût meninggal di Den Haag tahun 1962. Sebuah biografi, Geheim Indië. Het leven van Maria Dermoût 1888-1962 ("Hindia Belanda rahasia. Kehidupan Maria Dermoût 1888-1962", 2000) diterbitkan penulis Indo Kester Freriks.

Penulis Indo lain

Catatan

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan