Senin, 05 Oktober 2026
19:51 WIB
TERKINI
Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan
Sindrom manusia akar

Sindrom manusia akar

Bagikan:
Epidermodysplasia verruciformis
Nama lainDisplasia Lewandowsky–Lutz, sindrom manusia pohon
250px-World%27s_4th_a_Tree_Man.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Abul Bajandar dari Bangladesh
SpesialisasiDermatologi
GejalaPapula berwarna merah-kecokelatan, plak bersisik (seperti kutil), lesi datar mirip kutil (veruka plana)
KomplikasiKarsinoma sel skuamosa kulit, infeksi sekunder
Awitan umumBiasanya masa kanak-kanak atau remaja awal
DurasiSeumur hidup (kronis)
JenisEV klasik (tipe rentan kanker) dan EV tipe non-kanker
PenyebabGenetik (mutasi gen EVER1/TMC6 atau EVER2/TMC8) yang dipicu oleh infeksi HPV
Faktor risikoRiwayat keluarga dengan kondisi serupa, paparan sinar matahari yang berlebihan
Metode diagnostikPemeriksaan klinis, biopsi kulit, pemeriksaan DNA HPV
Diagnosis bandingVeruka plana (kutil biasa), keratosis seboroik
PencegahanPerlindungan terhadap sinar matahari (tabir surya), menghindari infeksi HPV
PengobatanBedah (eksisi), krioterapi, retinoid oral, penggunaan imiquimod
ObatRetinoid, interferon
PrognosisBerisiko tinggi mengalami keganasan kulit (kanker) seiring bertambahnya usia
FrekuensiSangat langka
KematianTergantung pada perkembangan keganasan kulit

Manusia akar adalah sebutan untuk penderita gangguan kulit langka Epidermodysplasia verruciformis atau Lewandowsky-Lutz dysplasia yang menyebabkan penderitanya ditumbuhi kutil raksasa di sekujur tubuh, terutama tangan dan kaki, sehingga menyebabkan penampilan seperti akar pohon. Biasanya gangguan ini dihubungkan dengan infeksi papilomavirus manusia (HPV) tipe 5 dan 8, yang sebenarnya ditemukan di 80 persen populasi normal tanpa memperlihatkan gangguan.[1][2]

Beberapa kasus ditemukan di Indonesia, antara lain Dede di Jawa Barat;[3] Isal di Painan, Sumatera Barat;[4] dan diduga Iwan di Semarang juga menderita penyakit ini.[5] Di luar negeri, yang cukup dikenal adalah Lin Thianzhuan dari Tiongkok, dan Ion Toader dari Rumania.[6]

Sejarah

Penyakit ini didokumentasikan pertama kali oleh Felix Lewandowsky dan Wilhelm Lutz sehingga diberi nama yang sama,[7] walaupun kemudian sebutan manusia akar atau tree man lebih populer.[butuh rujukan]

Perawatan

Hingga kini gangguan ini dianggap belum ditemukan penyembuhannya, sehingga yang bisa dilakukan adalah membuang kutil yang sudah membesar dan mengoleskan salep Cidofovir yang mengandung cito megalo virus untuk membunuh virus HPV.[8] Namun kutil akan kembali membesar seiring waktu.[9]

Referensi

  1. ↑ Orth G (1986). Epidermodysplasia verruciformis: a model for understanding the oncogenicity of human papillomaviruses. Ciba Foundation Symposium 120: 157–74. PMID 3013521.
  2. ↑ Surya. Dede manusia akar sudah ganteng. diakses dari situs berita Kompas pada 19 Oktober 2013.
  3. ↑ The Human Tree Man: Warning Graphic 13 Photos. diakses dari situs Thechive pada 19 Oktober 2013
  4. ↑ Manusia Akar tidak Bisa Disembuhkan Diarsipkan 2013-10-19 di Wayback Machine.. Diakses dari situs Antara Sumut pada 19 Oktober 2013
  5. ↑ Iwan Manusia Akar dari Semarang. Diakses dari situs Berita Okezone pada 19 Oktober 2013
  6. ↑ Things Could Always Be Worse. Diakses dari situs Neatorama pada 19 Oktober 2013
  7. ↑ Lewandowsky and Lutz dysplasia: Report of Two Cases in A Family Diakses dari situs NLM.NIH.GOV pada 19 Oktober 2013
  8. ↑ Dede Manusia Akar Diberi Salep Pembunuh Virus HPV diakses dari situs berita Kompas pada 19 Oktober 2013
  9. ↑ Dede Manusia Akar Dioperasi Lagi Diakses dari situs berita Kompas pada 19 Oktober 2013
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan