Sabtu, 24 Oktober 2026
08:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Mandar talaud

spesies burung

Bagikan:
Mandar Talaud
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
G. talaudensis
Nama binomial
Gymnocrex talaudensis
Lambert, 1998
Artikel takson sembarang

Mandar talaud hanya dapat dijumpai di Pulau Karakelang, di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, yang merupakan wilayah paling utara Indonesia yang langsung berbatasan dengan negara Filipina.

Penemuan

Burung mandar talaud ditemukaan pada tanggal 6 September 1996.Setelah diamat-amati dan diteliti secara saksama, burung mandar talaud tersebut ternyata merupakan jenis burung baru untuk dunia ilmu pengetahuan. Dalam sebuah jurnal ilmiah burung, Forktail, penemuan tersebut lantas disiarkan ke seluruh dunia dan burung MZB 30.271 lantas diberi nama ilmiah Gymnocrex talaudensis.[1]

Deskripsi

Kepala, leher, dan dada nya berwarna tua. Dan dagunya berwarna kehitaman.Perut sampai penutup ekor bawah kehitaman, seperti penutup ekor atas. Mata merah terang, dikelilingi oleh kulit gundul merah-jambu yang lebar dan bercak keperakan (di bagian belakang). Paruh kuning terang dengan sepertiga bagian belakangnya kusam. Tungkainya berwarna kuning, menjadi kemerahjambuan ke arah kaki. Burung ini mengucapkan serangkaian nada paling sedikit lima belas ulangan, nada panggilan tinggi peet-peet-peet.[2]

Terancam punah

Mandar talaud adalah burung Indonesia yang berstatus terancam punah (EN), selain Angsa Batu Christmas (Papasula abbotti), Elang Jawa (Spizaetus bartelsi), gagak Flores (Corvus florensis), dan jalak putih (Sturnus melanopterus).[3]

Referensi

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan