Sabtu, 10 Oktober 2026
13:54 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Mamannoor

Bagikan:

Maman Noor (Mamannoor), lahir di Losari, tanggal 21 Agustus 1958 dan meniggal dunia di 23 Oktober 2007 di Bandung, dikenal sebagai penulis artikel, esai, dan kritik seni rupa yang sangat produktif.[1] Mamannoor juga merupakan seorang pelukis ekspresionis yang menciptakan seni mural jalanan, sketsa dan lukisan cat minyak.[2][3][4][5]

Pendidikan

Mamannoor merupakan lulusan S-1 dan Program Magister dari Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (FSRD-ITB). Ia pernah menjadi staf pengajar tetap di Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia (STISI) Bandung.

Karya

Sebagai seorang penulis dan kritikus seni, Mamanur menulis banyak buku dan artikel:

  • 55 Tahun Seni Lukis Popo Iskandar (Yayasan Matra Media, 1998 - 188 halaman) ISBN978-9789799620903 pemanggilan templat memerlukan parameter template_name
  • Jeihan-Jeihan-Jeihan Mamannoor. (Yayasan Pengembangan Rupa Seni Indonesia, edisi bahasa Prancis dan Inggris) (1999 - 132 halaman)
  • Imagi dan Abstraksi Umi Dachlan (Andi Galeri, 2000 - 172 halaman)
  • Perjalanan Seni Rupa Modern Indonesia. Koleksi seni rupa Galeri Nasional Indonesia. Mamannoor; Surya Yuga & Watie Moerany (Galeri Nasional Indonesia, 1st Ed. 2000)
  • Ambang Cakrawala Amang Rahman. Henry Nurcahyo & Mamannoor. Indonesia & Inggris (2001 - 200 halaman)
  • A.D. Pirous: Vision, faith, and a journey in Indonesian art, 1955-2002. K.M. George & Mamannoor. (Yayasan Serambi Pirous, 2002 - 255 halaman) ISBN978-9799677402
  • Wacana Kritik Seni Rupa Di Indonesia: Sebuah Telaah Kritik Jurnalistik dan Pendekatan Kosmologis. Mamannoor (Nuansa, 2002 - 212 halaman)
  • Taat Joeda : secerah warnanya, berkembang bunganya. Mamannoor (Studio Taat Joeda, 2003 - 232 halaman) ISBN979-9756200


Mamannoor manjadi kurator di Festiva Istiqlal I tahun 1991 dan II tahun 1995, dan Museum Istiqlal tahun 1996. Di tahun 1999, dia kurator untuk Galeri Nasional Jakarta dan Dewan Juri Philip Morris Indonesian Art Award.

Sebagai pelukis, Mamannoor juga membuat mural dan lukisan, yang sejak tahun 1979 ditampilkan dalam beberapa pameran:[2]

  • Pameran bersama di Studio Seni Lukis Seni Rupa ITB (1979-1982)
  • Pameran Bersama Studio Seni Rupa di Goethe Institut Bandung (1984)
  • Pameran Bersama Seni asal Cirebon di RRI Cirebon (1984)
  • Pameran Tunggal di RRI Cirebon (1984)
  • Pameran Lukisan Karya Guru se Jawa Barat di Museum Negeri (1986)

Koleksi lukisannya dijual dalam lelang pada tahun 2011, dan itu menunjukkan persahabatan dan koneksi mendalamnya di kancah seni rupa Indonesia.[6]

Referensi

  1. ↑ R.I.P. Mamannoor, Archive IVAA online
  2. 1 2 Pameran Lukisan Seniman Bandung Jawa Barat. 21-28 Dex 1886, Direktorat Kesenian Direktorat Jendral Kebusayaan DEPDIKBUD, hlm 19
  3. ↑ "Wacana Kritik Seni Rupa di Indonesia; Sebuah Telaah Kritik Jurnalistik dan Pendekatan Kosmologi". bintangpusnas.perpusnas.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-25.
  4. ↑ "Wacana kritik seni rupa di Indonesia : sebuah telaah kritik jurnalistik dan pendekatan kosmologis | WorldCat.org". search.worldcat.org (dalam bahasa Spanyol). Diakses tanggal 2026-05-25.
  5. ↑ Noor, Maman (2002). Wacana kritik seni rupa di Indonesia: sebuah telaah kritik jurnalistik dan pendekatan kosmologis. Nuansa. ISBN 978-979-9481-21-4.
  6. ↑ The Collection of the Late Mamannoor: A Chronicler of Indonesian Art
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan