Sabtu, 03 Oktober 2026
00:07 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri

Maluka

negara merdeka di Kalimantan (1812-1816)

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Maluku.
Untuk distrik di zaman Kolonial Belanda, lihat Distrik Maluka.
Maluka
1812–1816
Ibu kotaMaluka
PemerintahanMonarki absolut
Raja 
Era SejarahImperialisme Baru
• Pendirian
1812
• Dibubarkan
1816
Didahului olehDigantikan oleh
kslKesultanan
Banjar
Imperium Belanda
Sekarang bagian dari Indonesia

Maluka (atau Maluko) adalah sebuah negara merdeka kecil yang terletak di sekitar Sungai Maluka, sebelah tenggara Bandjermassin di pulau Kalimantan.[1] Negara ini didirikan di sebuah lahan konsesi yang diakuisisi oleh petualang Britania Raya Alexander Hare dari Sultan Banjarmassin pada tahun 1812 dan berlangsung selama 4 tahun sampai tahun 1816.[2]

Sejarah

Setelah invasi Britania Raya yang sukses ke Jawa yang sebelumnya merupakan wilayah Prancis dan pendirian koloni Britania, Wakil Gubernur Thomas Stamford Raffles mengirim Hare ke wilayah tersebut dan menunjuknya sebagai Residen Banjarmasin dan Komisaris Pulau Borneo ketika kendali Belanda sesaat diteruskan kepada Britania Raya (1811-16).

Hare kemudian mengakuisisi 1,400 mil persegi tanah dari Sultan Bandjermassin dan menetapkannya sebagai negara merdeka yang ia jalankan sebagai wilayah pribadi, dengan Rajah dari Maluka dan mengeluarkan uangnya sendiri.[3] Dengan demikian dia bisa disebut Rajah Putih pertama di Kalimantan, 30 tahun sebelum James Brooke mendirikan dinasti Rajah Putih sendiri di Sarawak.

Pemasukan narapidananya sebagai buruh budak, terutama perempuan, menjadi terkenal dan diketahui telah mendirikan sebuah harem.[4] Sebuah penyelidikan dilakukan oleh William Boogie, Residen Britania di Samarang pada tahun 1837 untuk menemukan bagaimana dia mengoperasikan apa yang telah dikenal sebagai Bandjemassin Enormity[1] atau Banjermasin Outrage[4]

Negara tidak lagi ada ketika Belanda kembali pada tahun 1816 dan Hare dan haremnya yang berjumlah 40 wanita Melayu[5] dipaksa untuk meninggalkan wilayah tersebut.[6]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 De man die vrouwen verzamelde; Een koloniale geschiedenis van de Kokos-eilanden by Joop van den Berg (‘s-Gravenhage 1998)
  2. ↑ Gibson-Hill, C.A. (1952). "Documents Relating to John Clunies Ross, Alexander Hare and the establishment of the Colony on the Cocos-Keeling Islands. Journal of the Malayan Branch of the Royal Asiatic Society, vol. 25, parts 4 and 5".
  3. ↑ "Coin - Doit, Maluka, Indonesia, 1813". Museums Victoria Collections. Diakses tanggal 6 Agustus 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  4. 1 2 "Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde van Neêrlands Indië". Nijhoff. 6 Agustus 2017. Diakses tanggal 6 Agustus 2017 – via Google Books.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Wright, Tony (1 November 2014). "A battle and an odyssey from Cocos remembered". Diakses tanggal 6 Agustus 2017 – via The Sydney Morning Herald.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Far East and Australasia 2003. Routledge. 2002. hlm. 145. ISBN 1-85743-133-2.

Bacaan lebih lanjut

3°32′S 114°41′E / 3.53°S 114.68°E / -3.53; 114.68

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan