Sabtu, 26 September 2026
23:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Alexander Hare

Alexander Hare

Keelingislands.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Seorang pelaut asal Skotlandia yang membuat Harem dan budak perdagangan di Kalimantan-Inggris pada awal abad ke-19.

Alexander Hare adalah seorang pelaut asal Skotlandia. Dia membuat Harem dan budak perdagangan di Kalimantan-Inggris (Banjarmasin) pada awal abad kesembilan belas. Dia dan haremnya kemudian menetap di Cocos (Keeling).[1][2] [3]

Alexander Hare menjadi Resident dan Political Commissioner Inggris di Banjermassing (Banjarmasin) sejak 1812.[4][5][6][7]

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ↑ Far East and Australasia 2003 (dalam bahasa Inggris). Routledge. 2002. hlm. 145. ISBN 1857431332.
  2. ↑ Bastin John (2019). Sir Stamford Raffles And Some Of His Friends And Contemporaries: A Memoir Of The Founder Of Singapore (dalam bahasa Inggris). World Scientific. hlm. 59. ISBN 9813277688. ISBN 978-981-327-768-7
  3. ↑ (Inggris) "John Clunies Ross (1786-1854)". ABC News. 16 November 2004. Diakses tanggal 1 Agustus 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 1. Lands Drukkery. hlm. 192.
  5. ↑ (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1816). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 2. Lands Drukkery.
  6. ↑ (Indonesia) Anwar, Rosihan (2004). Sejarah kecil "petite histoire" Indonesia. Vol. 2. Penerbit Buku Kompas. hlm. 137. ISBN 979-709-141-4.ISBN 978-979-709-141-5
  7. ↑ Alexander Hare en Maluka (II)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan