Selasa, 27 Oktober 2026
00:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Malam Jumat Kliwon (film 1986)

film Indonesia tahun 1986

Bagikan:
Untuk film tahun 2007 dengan judul yang sama, lihat Malam Jumat Kliwon (film 2007).
Malam Jumat Kliwon
SutradaraSisworo Gautama Putra
ProduserRam Soraya
SkenarioNaryono Prayitno
CeritaS. Gatra
Pemeran
SinematograferThomas Susanto
EditorMuryadi
DistributorSoraya Intercine Films
Tanggal rilis
  • 1987 (1987)
Durasi88 menit
NegaraIndonesia

Malam Jumat Kliwon adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 1987. Film ini disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra dan dibintangi oleh Suzanna dan Alan Nuari.

Sinopsis

Film dimulai dengan seorang wanita bernama Ayu Minati (Suzzanna) di suatu rumah yang sedang hamil tua. Ia disantet. Lalu, tiba-tiba perutnya bergejolak dan bayinya berpindah ke belakang perut. Di belakang perut itulah, bulatan tempat bayinya menggembung hebat dan meletus. Mengeluarkan darah dan seorang bayi dari sana.

Beberapa tahun kemudian Gadis Cantik bernama Ayu Trisnaningrat (Suzanna) adalah seorang novelis misteri. Ia merasa bahwa di tengah penulisan novel terbarunya ini, ia tidak dapat berkonsentrasi penuh seperti biasanya. Setelah mengutarakan hal itu kepada kekasihnya Anton (Alan Nuari), Anton mengajak Ayu untuk menulis novelnya di luar kota. Iseng untuk mencari jalan baru untuk referensi menulis novel, mereka malah terhenti di jalur buntu yang berdekatan dengan sungai. Karena masih terhanyut perasaan senang, mereka melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki dan menemukan sebuah rumah yang cukup besar. Ayu berkata kepada Anton bahwa ia seperti pernah mengenal rumah itu. Mereka berduapun masuk saat mengetahui bahwa pintunya tidak terkunci. Rumah itu sudah seperti tidak ada penghuninya, tetapi masih tetap bersih, kecuali satu kamar, kamar itu adalah kamar yang ada di awal film. Ayu mulai menyadari ada yang aneh di rumah itu, tetapi merasa rumah itu sudah “Cukup terasa nyaman” dirinya. Ayu ingin menulis di sana. Kemudian mereka berangkat kembali ke mobil dan memutar hingga sampai ke sebuah rumah dekat rumah besar itu. Mereka tiba-tiba bertemu dengan seseorang bernama Pak Tomo (Rukman Herman) yang merawat Raden Mas Ngabei Arya Tejo (Doddy Sukma), seorang yang sudah sepuh usianya, yang kelihatannya adalah pemilik rumah. Saat Ayu dan Anton bertandang ke rumah, Raden merasa ketakutan saat melihat Ayu. Beberapa hari kemudian, Ayu telah diizinkan. Ia akan tinggal menulis sendiri di rumah itu hanya bersama pembantu rumah, yaitu bernama Pak Ardan (Soendjoto Adibroto). Setelah diantar Anton, Ayu pun mulai menulis proyeknya.

Di tengah penulisannya, ia kerap diganggu hal-hal yang menakutkan. Hal itu membuatnya menanyakan apa yang sebenarnya terjadi di rumah itu dengan Pak Ardan yang bersikap tidak bersahabat. Tiba-tiba Pak Ardan berniat memerkosa dan hendak membunuh Ayu. Ayu kontan kaget dan berlari hingga ke atas, di sana, Pak Ardan dikejar Sundel Bolong berwujud seperti Ayu Tresna hingga tenggelam di sungai. Hal itu membuat Ayu makin ketakutan, sekaligus penasaran. Saat perbincangan singkat dengan Pak Ardan dulu, Pak Ardan pernah menyebut nama seseorang yaitu Karsiman (Karsiman Gada). Orang itu ditemui Ayu akhirnya disebuah pertenakan ayam. Karsiman, saat ditanyai oleh Ayu juga bertindak sangat kasar hingga mengejar Ayu dengan mobil. Ayu yang saat itu mengendarai motor, nyaris ditabrak oleh Karsiman, sebelum Sundel Bolong menghadang mobil Karsiman dan membuat Karsiman kecelakaan. Ayu menghampiri mobil Karsiman, Karsiman bangkit dan pada saat ia terluka di kepala, ia masih ingin membunuh Ayu. Ayu dikejar hingga disebuah pabrik batu bata. Di mana akhirnya saat Ayu nyaris dibunuh oleh sekop, pada saat Sundel Bolong melayangkan sekop itu ke dada Karsiman.

Pak Tomo pergi ke rumah saat pagi hari, memberikan berita ditemukannya mayat Pak Ardan dan Karsiman, dan Ayu akan menjadi saksi. Pak Tomo menduga itu semua dilakukan oleh arwah Minati, kakak ipar Pak Tomo yang ternyata adalah adik Raden, Minati tewas karena melahirkan dari punggung yang ada di awal film. Ayu memberikan keterangan bahwa pembunuhan itu benar, dan Ayu berkata bahwa ia dan Minati sangat mirip, apalagi Ayu sejak kecil dititipkan di panti asuhan. Anton ditelepon dan dipanggil ke rumah Raden untuk diceritakan tentang hal itu oleh Raden. Raden menceritakan bahwa saat pada Malam Jumat Kliwon adalah malam petaka sekaligus kelahiran dari Ayu, selir Raden yang bernama Roro Ayu Punirah (Yorita Murni) secara rahasia bekerjasama dengan seorang dukun teluh (Johny Matakena) serta Ardan dan Karsiman, menyantet Minati karena mereka benci dengannya dan ingin menguasai harta milik Raden. Raden mengetahui hal itu di mana membunuh dukun dan selirnya menggunakan senjata senapan miliknya, setelah itu mayat mereka digeret dan dijeburkan ke dalam sungai. Kemudian, Ardan dan Karsiman yang tahu hal itu memaksa Raden untuk menyerahkan sepertiga dari kekayaannya untuk mereka berdua, agar pembunuhan itu tidak diketahui pihak berwajib. Raden kemudian sekarat setelah bercerita. Di sisi Ayu, ia diceritakan hal yang sama oleh Minati yang kemudian menghilang ketika selesai berpelukan dengan anaknya. Ayu lalu bertemu dengan Raden, kali ini Raden bisa senang bisa berjumpa dengan putrinya tersebut dan akhirnya meninggal dunia. Dan itu bisa disimpulkan bahwa Minati adalah Sundel Bolong yang meninggal saat melahirkan, sedangkan Ayu adalah anaknya Minati.

Film berakhir dengan Ayu melukis potret dirinya bersama Raden dan Minati, didampingi oleh Anton yang ternyata sudah memperistri Ayu. Mereka memulai hidup berbahagia mereka di rumah Raden dan Minati, rumah kelahiran Ayu. Sejak saat itu, Sundel Bolong sudah tidak pernah menampakkan diri.

Pemeran

  • Suzzanna sebagai Ayu Trisnaningrat/Roro Ayu Minati
  • Alan Nuary sebagai Anton
  • Doddy Sukma sebagai Raden Mas Ngabei Aryo Tejo
  • Rukman Herman sebagai Pak Tomo
  • Yorita Murni sebagai Roro Ayu Punirah
  • Soendjoto Adibroto sebagai Pak Ardan
  • Karsiman Gada sebagai Pak Karsiman
  • Dorman Borisman sebagai Dorman
  • Bokir sebagai Bokir
  • Johny Matakena sebagai Dukun Teluh
  • Ali Albar sebagai Psikiater pribadi Ayu

Pranala luar

Film
Televisi
Acara realitas
  • Curhat Bersama Anjasmara
  • Pengakuan
Film yang disutradarai Sisworo Gautama
Awal karier
1970-an
1980-an
1990-an
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan