Minggu, 08 November 2026
10:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Maja

Maja

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Maja (disambiguasi).
Maja
250px-Bael03_FSPark_Asit.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Rutaceae
Subfamili: Aurantioideae
Genus: Aegle
Corrêa[2]
Spesies:
A. marmelos
Nama binomial
Aegle marmelos

Maja (Aegle marmelos) adalah tumbuhan berbentuk pohon yang tahan lingkungan keras tetapi mudah luruh daunnya dan berasal dari daerah Asia tropika dan subtropika. Tanaman ini biasanya dibudidayakan di pekarangan tanpa perawatan dan dipanen buahnya. Maja masih berkerabat dekat dengan kawista. Di Bali dan Lombok dikenal sebagai bila dan di India dikenal sebagai bael. Di Pulau Jawa, maja sering kali dikacaukan dengan berenuk, meskipun keduanya adalah jenis yang berbeda.[3]

Pemerian

Maja mampu tumbuh dalam kondisi lingkungan yang keras dengan suhu yang ekstrem.[4] Pertumbuhannya dapat terjadi pada suhu 49°C pada musim kemarau hingga -7 °C pada musim dingin.[5] Kondisi ini teramati di Punjab (India) pada ketinggian tempat melebihi ketinggian 1.200 meter. Di Asia Tenggara, maja hanya dapat berbunga dan berbuah dengan baik jika ada musim kering yang kentara, dan tidak biasa dijumpai pada elevasi di atas 500 m. Maja mampu beradaptasi di lahan berawa, di tanah kering, dan toleran terhadap tanah yang agak basa (salin).

Kegunaan

Warna kulit luar buah maja berwarna hijau tetapi isinya berwarna kuning atau jingga. Aroma buahnya harum dan cairannya manis. Sebagaimana jeruk, buah maja dapat diolah menjadi serbat, selai, sirop, atau nektar. Kulitnya dibuat marmalade.

Lain-lain

Dalam sejarah Indonesia, maja dikaitkan dengan asal nama kerajaan Majapahit, sebuah kerajaan yang membentang di Nusantara dari abad XIII-XV. Konon, Raden Wijaya, sang pendiri kerajaan, menerima sebidang tanah di daerah Tarik (Terik atau Trik; lokasi tepatnya masih diperdebatkan[6]). Sewaktu membangun daerah itu, ada orang Madura yang lelah setelah membabat alas tidak sengaja menemukan dan memakan buah maja tersebut. Kebetulan buah yang dimakan itu terasa pahit. Oleh sebab itu daerah tersebut kemudian dinamakan "Majapahit" atau "Wilwatikta" oleh Raden Wijaya (wilwa, maja; tikta, pahit)[7]

Bahan bacaan

  1. ↑ IUCN Detail 156233789
  2. ↑ Templat:GRIN genus
  3. ↑ HEYNE, K. (1913). DE NUTTIGE PLANTEN VAN NEDERLANDSCH-INDIË. Linrary New York Botanical Garden: Ruygrok & Co BATVIA. hlm. 2. Disungsi26 April 2021
  4. ↑ Santosa, Iman Budhi (2017). Suta Naya Dhadhap Waru: Manusia Jawa dan Tumbuhan. Yogyakarta: Interlude. hlm. 292. ISBN 9786026250421.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Ginandar (2022). Toponimi Nama-nama Kecamatan di Kabupaten Lebak. Lebak: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak. hlm. 60. ISBN 978-623-978-556-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Munandar, A.A. 2008. Ibu kota Majapahit, Masa Jaya dan Pencapaian. Hal. 69. Jakarta: Komunitas Bambu.
  7. ↑ Muljana, S. 2005. Menuju Puncak Kemegahan. Sejarah kerajaan Majapahit. Hal. 187. Yogyakarta: LKiS.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Aegle marmelos.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan