Sabtu, 26 September 2026
17:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Main hadang

Main hadang

250px-Permainan_Hadang.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Main hadang

Main hadang[1] atau main galah adalah semacam permainan adu ketangkasan dalam menempuh jarak tertentu, masing-masing jarak yang ditempuh dijaga dengan ketat oleh lawan. Di beberapa tempat nama permainan ini bernama semba lakon, main cak bur, gobak sodor.[2]

Pemain

Permainan ini digemari oleh anak laki-laki dan perempuan secara bersama-sama yang dilakukan pada lapangan terbuka. Pemain terdiri dari dari dua regu. Masing-masing regu terdiri dari empat atau lima orang, satu di antaranya adalah pemimpin regu.

Permainan

Sebelum permainan dimulai terlebih dahulu dibuat garis persegi panjang dan di tengah dibuat garis horizontal dan dua atau tiga garis vertikal. Banyaknya garis vertikal tergantung pada jumlah pemain. Kemudian, masing-masing ketua regu bersuit, yang menang akan menjadi pemain dan yang kalah akan menjaga masing-masing garis dan ketua kelompok menjaga di depan garis atau garis mulai dan berakhir pada garis mulai kembali.

Pemain harus dapat melewati setiap garis yang dijaga ketat oleh lawan. Setiap penjaga garis dapat mengejar lawan dari ujung ke ujung garis. Seandainya dapat menyentuh pemain maka pemain kalah dan digantikan dengan regu berikutnya. Jika pemain dapat melewati semua garis maka dialah pemenangnya dan permainan akan dilanjutkan lagi dengan regu yang sama.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Hadang, Permainan Tradisional Kalimantan Timur yang Unik". Indonesia Kaya. Diakses tanggal 2025-10-04.
  2. ↑ Permainan Tradisional Sumatera Barat. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Kebudayaan. Museum Negeri Propinsi Sumatera Barat "Adityawarman". 2001. hlm. 36–37.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan