Sabtu, 26 September 2026
22:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Maiko

Maiko

Untuk kegunaan lain, lihat Maiko (disambiguasi).
250px-Fumino_misedashi_full_height.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Misedashi, sebuah hari saat seorang gadis menjadi maiko.

Maiko (舞妓, [[|IPA]] /ˈmaɪkoʊ/ bahasa Jepang: [ma.iko]) adalah orang yang berpenampilan mirip geisha di Kyoto dan Jepang Barat. Pekerjaan mereka adalah mementaskan lagu, tarian, dan memainkan shamisen atau alat musik Jepang tradisional lainnya kepada para pengunjung pada ozashiki. Maiko biasanya berusia 15 sampai 20 tahun dan menjadi geisha setelah belajar cara menari tarian tradisional, memainkan shamisen, dan mempelajari Kyō-kotoba (dialek Kyoto), tanpa memandang asal mereka.[1]

Pekerjaan

Pada siang hari, seorang maiko berlatih seni-seni tradisional, seperti menari, menyanyi, dan bermain alat musik tradisional.[2] Pada malam hari, mereka menunjukkan penampilan mereka di ochaya (rumah teh).[3]

Asal-usul

Pekerjaan maiko berasal dari para wanita penyaji teh dan dango (makanan Jepang yang terbuat dari tepung beras, mirip moci) untuk pengunjung Kuil Yasaka dan Kitano Tenmangū sekitar 300 tahun yang lalu.[4]

Galeri

  • Dua orang maiko asal Kyoto berjalan
    Dua orang maiko asal Kyoto berjalan
  • Minarai (pelatihan tahap kedua untuk menjadi geisha) memakai kanzashi yang terdiri dari rantai-rantai bunga
    Minarai (pelatihan tahap kedua untuk menjadi geisha) memakai kanzashi yang terdiri dari rantai-rantai bunga
  • Maiko dengan kanzashi dedalu
    Maiko dengan kanzashi dedalu
  • (video) Tarian seorang maiko

Referensi

  1. ↑ https://www.city.kyoto.lg.jp/sankan/page/0000186286.html
  2. ↑ "Maiko". Tea Ceremony Japan Experiences MAIKOYA. Diakses tanggal 2022-12-05.
  3. ↑ "A Typical 24 Hours of a Geisha's Training". Tea Ceremony Japan Experiences MAIKOYA. Diakses tanggal 2022-12-05.
  4. ↑ "Maiko and Geisha's Histories, Differences and Lifestyles | Koan Maiko Kyoto". Koan MAIKO (dalam bahasa Inggris). 2019-11-07. Diakses tanggal 2022-12-05.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Maiko.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan