Jumat, 25 September 2026
06:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum

Mafilindo

usulan persatuan politik antara Malaysia, Indonesia dan Filipina

Mafilindo atau Maphilindo
(Malaya, Filipina, Indonesia)
Tanggal pendirianJuli 1963
JenisOrganisasi Pertahanan Internasional
Jumlah anggota
Federasi Malaya Malaya
Filipina Filipina
Indonesia Indonesia

Mafilindo atau Maphilindo[1] (singkatan dari Malaya, Filipina, dan Indonesia) adalah konfederasi nonpolitik yang diusulkan untuk ketiga negara.

Pada Juli 1963, Presiden Filipina Diosdado Macapagal menghadiri pertemuan puncak di Manila. Mafilindo diusulkan sebagai realisasi mimpi José Rizal menyatukan seluruh bangsa Melayu, yang terpisah oleh koloni.

Mafilindo dideskripsikan sebagai asosiasi regional yang akan menyelesaikan isu dengan semangat konsensus. Namun, Mafilindo juga merupakan bagian dari usaha Jakarta dan Manila untuk memperlambat, atau bahkan mencegah pembentukan[2][3] Federasi Malaysia.[4] Filipina mengklaim Sabah,[5] dan Jakarta memprotes hasil kerja Komisi Cobbold,[6] dan pembentukan Malaysia[4] dengan alasan sebagai rencana imperialisme Britania. Rencana ini gagal ketika Soekarno melaksanakan konfrontasi melawan Malaysia. Pengembangan ASEAN meniadakan semua kemungkinan revitalisasi proyek ini.

Pembentukan Maphilindo gagal menyelesaikan konflik di antara ketiga negara tersebut. Ketika Federasi Malaysia diresmikan pada 16 September 1963 yang mencakup juga Sabah dan Sarawak, Indonesia makin gencar melawan Malaysia. Soekarno curiga dan menganggap pembentukan federasi tersebut untuk mengembangkan kolonialisme di Asia Tenggara.

Di sisi lain, Filipina sendiri sudah memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia. Walaupun tidak pernah dibubarkan, Maphilindo menjadi lumpuh karena tiap negara anggota memiliki ketertarikan dan konflik sendiri-sendiri.

Pada tahun 1966, Filipina berusaha mempertemukan Indonesia dan Malaysia untuk menyelesaikan konflik mereka. Menteri Luar Negeri Filipina Narciso Ramos mengusahakan adanya perundingan untuk mencari jalan damai antara Indonesia dengan Malaysia. Usaha ini mengingatkan cita-cita Maphilindo yang hampir mati karena konflik anggotanya.[7]

Gagasan Mafilindo didukung oleh Amerika Serikat dibawah John F. Kennedy karena ia mengharapkan Mafilindo dapat mencegah Indonesia jatuh di tangan komunisme.[8]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ United Nations Treaty Registered No. 8029, Manila Accord between Philippnes, Federation of Malaya and Indonesia (31 JULY 1963)
  2. ↑ "UN General Assembly 15th Session - The Trusteeship System and Non-Self-Governing Territories (pages:509-510)" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-01-21. Diakses tanggal 2011-02-13.
  3. ↑ "UN General Assembly 18th Session - the Question of Malaysia (pages:41-44)" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-11-11. Diakses tanggal 2011-02-13.
  4. 1 2 "No.10760: Agreement relating to Malaysia" (pdf). United Nations Treaty Collection. United Nations. Juli 1963. Diakses tanggal 2010-07-29.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ United Nations Treaty Series No. 8809, Agreement relating to the implementation of the Manila Accord
  6. ↑ Report of the Commission of Enquiry, North Borneo and Sarawak, 1962 Diarsipkan 2012-09-04 di Wayback Machine. (full report)]
  7. ↑ danangpratama (2020-08-10). "Cikal Bakal ASEAN: ASA dan Maphilindo". Kompas.id. Diakses tanggal 2021-05-02.
  8. ↑ Frey, Marc; Pruessen, Ronald W.; Tan, Tai Yong (26 Agustus 2003). The Transformation of Southeast Asia: International Perspectives on Decolonization (dalam bahasa Inggris). M.E. Sharpe. hlm. 251. ISBN 978-0-7656-3185-5. Diakses tanggal 7 Januari 2021.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan