Minggu, 11 Oktober 2026
05:14 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Maesa, Bitung

Maesa, Bitung

kecamatan di Kota Bitung, Sulawesi Utara

Bagikan:
Maesa
Peta lokasi Kecamatan Maesa
Peta lokasi Kecamatan Maesa
Koordinat: 1°26′52″N 125°11′14″E / 1.44788315°N 125.18709585°E / 1.44788315; 125.18709585
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Utara
KotaBitung
Kode Kemendagri71.72.07 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS7172031 Suntingan nilai di Wikidata
Desa/kelurahan8
Peta interaktif
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Maesa%2C_Bitung&revid=27719334&groups=_e788ac3c1c19b70c1c91c4d853de51abb9b6fa45&parser=parsoid

Maesa adalah salah satu kecamatan di Kota Bitung, Sulawesi Utara, Indonesia. Pembentukan Kecamatan Maesa pada tahun 2007 dari gabungan sebagian wilayah Kecamatan Aertembaga dan Kecamatan Madidir. Wilayah Kecamatan Maesa terletak di daratan Pulau Sulawesi dan terbagi menjadi 8 kelurahan, 36 lingkungan dan 155 rukun tetangga.

Pada tahun 2010, jumlah penduduk di Kecamatan Maesa sebanyak 36.205 jiwa. Kemudian pada tahun 2022, jumlah penduduknya sebanyak 40.088 jiwa. Kecamatan Maesa rawan terkena gempa bumi dengan kelas bahaya yang tinggi. Selain itu, Kecamatan Maesa juga rawan terkena tsunami dengan tingkat bahaya yang sedang dan tinggi.

Sejarah

Pada tahun 2007, nama Kecamatan Bitung Timur diubah menjadi Kecamatan Aertembaga. Pengubahan ini berdasarkan pada Pasal 6 Peraturan Daerah Kota Bitung Nomor 3 Tahun 2007.[1] Selain pengubahan nama, Pasal 9 pada peraturan ini juga menetapkan pembentukan Kecamatan Maesa sebagai pemekaran sebagian wilayah Kecamatan Aertembaga yang digabungkan dengan pemekaran sebagian wilayah Kecamatan Madidir.[2]

Wilayah administratif

Maesa berstatus sebagai salah satu kecamatan di Kota Bitung.[3] Wilayah Kecamatan Maesa terletak di daratan Pulau Sulawesi yang menjadi bagian dari Provinsi Sulawesi Utara.[4] Pada Pada tahun 2022, luas wilayah Kecamatan Maesa adalah 781,30 Ha. Wilayahnya terdiri atas 8 kelurahan yang terbagi menjadi 36 lingkungan dan 155 rukun tetangga.[5] Nama kedelapan kelurahannya yakni Bitung Barat Satu, Bitung Barat Dua, Bitung Tengah, Bitung Timur, Kakenturan Satu, Kekenturan Dua, Pakadoodan, dan Pateten Tiga.[butuh rujukan]

Penduduk

Menurut Sensus Penduduk Indonesia 2010, jumlah penduduk di Kecamatan Maesa sebanyak 36.205 jiwa. Sebanyak 18.756 jiwa merupakan laki-laki dan sebanyak 17.449 jiwa merupakan perempuan.[6] Kecamatan Maesa menjadi kecamatan dengan penduduk terbanyak di Kota Bitung pada tahun 2022. Jumlah penduduknya sebanyak 40.088 jiwa atau 17,63% dari total penduduk Kota Bitung.[7]

Fasilitas publik

Jalan

Kondisi jalan di Kecamatan Maesa pada tahun 2010 umumnya berada dalam kondisi baik. Jalan yang mengalami rusak berat hanya sekitar 5%.[8]

Kerawanan bencana

Beberapa desa di Kecamatan Maesa yang lokasinya berbatasan dengan selat Lembeh memiliki risiko bencana gempa bumi dengan kelas bahaya yang tinggi. Desa-desa ini meliputi Pakadoodan, Bitung Barat I, Bitung Barat II, Bitung Tengah, Bitung Timur, dan Pateten III.[9] Lokasi beberapa desa di Kecamatan Maesa yang dekat dengan selat Lembeh juga menimbulkan risiko terjadinya tsunami dalam kelas bahaya yang tingg dan sedangi. Desa-desa dengan risiko tsunami dengan tingkat bahaya sedang meliputi Pakadoodan dan Bitung Barat II. Sedangkan desa-desa dengan risiko tsunami pada tingkat bahaya yang tinggi yakni Bitung Barat I, Bitung Tengah, dan Bitung Timur.[10]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Wali kota Bitung (1 Oktober 2007). "Peraturan Daerah Kota Bitung Nomor 3 Tahun 2007 tentang Perubahan Nama, Pemekaran serta Pembentukan Kecamatan dan Kelurahan di Kota Bitung" (PDF). Lembaran Daerah Kota Bitung. Pasal 6 Ayat (4).
  2. ↑ Wali kota Bitung (1 Oktober 2007). "Peraturan Daerah Kota Bitung Nomor 3 Tahun 2007 tentang Perubahan Nama, Pemekaran serta Pembentukan Kecamatan dan Kelurahan di Kota Bitung" (PDF)" (PDF). Lembaran Daerah Kota Bitung. Pasal 9.
  3. ↑ Mubarak, M. R., Ponimin, dan Traindaru, Y. W. (2022). Dameani, T., dan Utomo, Z. P. (ed.). Master File Desa Provinsi Sulawesi Utara 2022. Manado: BPS Provinsi Sulawesi Utara. hlm. 169. ISSN 2716-4276.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Kojongian, Iten I. (2021). "Ditegur Mendagri Petahana Klarifikasi". Dalam Momongan, Y. Y., dkk. (ed.). Menjaga Integritas Pencalonan: Pilkada Serentak Tahun 2020 di Sulawesi Utara (PDF). Manado: KPU Provinsi Sulawesi Utara. hlm. 115. ISBN 978-623-6183-21-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Mantiri dan Honandar 2023, hlm. 4.
  6. ↑ Direktorat Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan (2010). Penduduk Indonesia Menurut Kabupaten/Kota dan Kecamatan Sensus Penduduk 2010 (PDF). Jakarta: Badan Pusat Statistik. hlm. 164. ISBN 978-979-064-171-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Mantiri dan Honandar 2023, hlm. 3.
  8. ↑ Pujiriyani, D. W., dkk. (2015). "Penataan Pertanahan dalam Konteks Penanaman Investasi di Pulau Lembeh". Dalam Pujiriyani, D. W., dan Puri, W. H. (ed.). Penataan dan Pengelolaan Pertanahan yang Mensejahterakan Masyarakat (Hasil Penelitian Strategis PPPM-STPN) 2014 (PDF). Yogyakarta: Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta. hlm. 80. ISBN 602-7894-22-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ Rahmania 2019, hlm. 100.
  10. ↑ Rahmania 2019, hlm. 102.

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan