Jumat, 23 Oktober 2026
16:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Madhavacharya

Madhavacharya

Bagikan:
Infobox orangMadhavacharya
250px-Madhava1920s.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran1296 Suntingan nilai di Wikidata
Kematian1386 (Kalender Masehi Gregorius) Suntingan nilai di Wikidata (89/90 tahun)
Data pribadi
AgamaHinduisme Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanfilsuf,penulis Suntingan nilai di Wikidata
Karya kreatif
Karya terkenal

Madhavacharya adalah seorang ilmuwan dan pengajar agama dari Kemaharajaan Wijayanagara yang ada pada abad 14.[1] Wijayanagara sendiri berada di sebelah barat dari Kota Mumbai, India, tepatnya di distrik Kanara Selatan.[2] Madhavacharya diyakini sebagai inkarnasi ketiga dari Bayu setelah Hanoman dan Bima.[3] Lahir pada tahun 1238 pada saat hari Vijyadashmi.[3] Terlahir dengan nama Wasudewa, Madhavacharya merupakan anak yang ditunggu oleh kedua orangtuanya, Narayan Naddillya dan Wedawati, setelah 12 tahun berdoa kepada Dewa Wisnu.[3] Setelah beranjak dewasa, Madhavacharya melakukan perziarahan ke daerah India Utara sebanyak dua kali pada tahun 1263 - 1271 dan tahun 1280-1290.[3]

Karya terkenal yang dihasilkan oleh Madhavacharya adalah Tattvavāda yang artinya filosofi sebenarnya atau yang popular dikenal dengan nama ''Dvaita'' atau Filosofis Dualistik Hindu atau Brahm Sampraday.[3] Beberapa inti dari filosofi ini adalah pengakuan bahwa Wisnu adalah dewa tertinggi dari orang Hindu, dunia adalah sebuah kenyataan, benda-benda hidup dan benda-benda mati semuanya memiliki ketergantungan.[3] Madhavacharya meninggal pada tahun 1317.[3]

Referensi

  1. ↑ (Indonesia) Shaadily, Hassan. Ensiklopedia Indonesia Jilid 4. Jakarta: Ichtiar Baru dan Van Hoeve.
  2. ↑ (Inggris) "The Life and Teachings of Sri Madhavacharya".
  3. 1 2 3 4 5 6 7 (Inggris) "Madhvacharya (Ananda Tîrtha)" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2013-07-02. Diakses tanggal 2014-06-17.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan