Minggu, 01 November 2026
16:32 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Luluk Purwanto

musikus jazz asal Indonesia

Bagikan:
Luluk Purwanto
Lahir
Luluk Purwanto

(1959-06-25)25 Juni 1959
Nama lainLuluk
Pekerjaanmusisi Jazz
Masa aktif1985 - sekarang
Pasangan menikahRené Van Helsdingen
Orang tuaPurwanto dan Asyia Gani

Luluk Purwanto (lahir 25 Juni 1959) adalah musikus jazz dari Indonesia yang saat ini bekerja dan bermukim di Amsterdam, Belanda.[1] Mengenyam pendidikan di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, Akademie voor Beeldende Kunst Enschede, Belanda dan Sydney Conservatorium of Music, Australia, ia saat ini tergabung dengan kelompok musik Helsdingen Trio sebagai pemain biola. Pada akhir tahun 1980-an, ia tergabung dalam grup musik Bhaskara.

Perjalanan karier

Dari kecil sudah belajar menggesek biola. Karena kedua orang tuanya memang orang yang dekat dengan dunia musik. Ayahnya Purwanto, musisi yang memainkan piano, asli Yogyakarta, sedangkan ibunya Asyia Gani, orang Minang, pemimpin sebuah sekolah musik di Medan, Sumatera Utara. Lulus dari Sekolah Musik di Medan, Luluk memperoleh beasiswa dari Kedutaan Australia untuk belajar di New South Wales Conservatorium of Music, Sydney, Australia. Setelah beberapa tahun belajar di negeri kangguru, ia kembali ke Indonesia dan masuk Sekolah Menengah Musik (SMM), di Yogyakarta, kemudian melanjutkan ke Akademi Musik Indonesia (AMI) di Yogyakarta. Sebelum benar-nenar lulus, ia sudah memutuskan keluar dan melanjutkannya ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ).[2]

Selama menuntut ilmu di Institut Kesenian Jakarta, ia berkenalan dengan musisi jazz kenamaan, seperti Abadi Soesman, Bubi Chen, Ireng Maulana dan Benny Mustapha. Kemudian Luluk sering diajak tampil di panggung pertunjukkan. Karena itulah Luluk menganggap para tokoh jazz tersebut di atas adalah sebagai pembimbing sekaligus sebagai guru musik di luar jalur formal, terutama dalam pengenalannya terhadap musik jazz. Ia yang bertubuh kecil ini selalu tampil dengan gaya yang unik, matanya selalu terpejam dan bibir berkomat-kamit. Permainan biolanya sangat terpengaruh violis ternama seperti: Jean Luc Ponti, Noel Pointer, Stephane Grapphelli, ketiganya tersebut adalah violis jazz asal Prancis dan juga Mang Odang (pemain biola otodidak asal Bandung). Tahun 1985, ketika Bhaskara Band tampil di North Sea Jazz Festival, Den Haag, Belanda, Luluk ikut bergabung. Uniknya ketika tampil di panggung, banyak penonton kaget, dan terkagum-kagum pada gesekan biolanya. Hal itu terjadi karena penonton mengira Luluk adalah seorang anak kecil yang pandai memainkan biola.[2]

Hingga saat ini ia telah bermain di 350 panggung jazz dunia. Sudah 19 tahun ia tinggal di Amsterdam, Belanda. Saat pulang kampung pada tahun 1997, Luluk mengadakan konser keliling dengan The Stage Bus. Bersama The Helsdingen Trio, Luluk konser keliling Jawa - Bali selama hampir dua bulan (25 Juli - 15 September tahun 1997) dengan bus panggung itu. Sebelumnya, ia telah empat tahun ngamen dengan The Stage Bus di Eropa. Selama empat tahun itu Luluk & The Helsdingen Trio. Rene van Helsdingen (piano), Macello Pellitteri (drum), dan Esseit Okon Esseit (bass), menggelar lebih dari 350 konser dan tampil dalam beberapa festival jazz dan blues hingga Festival Bergen di Norwegia. Termasuk pula, menyusuri 15 ribu kilometer jalanan Australia selama akhir tahun 1996 dengan menggelar 25 konser. Luluk Purwanto dan Helsdingen Trio bentukan suaminya, telah mengeluarkan banyak album di Eropa. Pada tahun 2006, Luluk kembali mengadakan tur keliling Indonesia dengan menggunakan Stage Bus. Terakhir tampil dalam Jak Jazz tahun 2006.[3]

Diskografi

Bersama Bhaskara

  • (1986) Bhaskara 86 - (Produksi Bhaskara Music Production, distribusi Aquarius Musikindo, 1986).
  • (1987) Bhaskara volume 2 (Lady Bird) - (Produksi Bhaskara Music Production, distribusi Bulletin Record, 1987).
  • (1991) Bhaskara 91 (Putri) - (Produksi PT. Cipta Isthika Rucitra Indonesia, distribusi Lolypop Record, 1991).

Sebagai Musisi Pendukung

Bersama René van Helsdingen

  • (1986) Impressions of Indonesia - (Relukreul Records).
  • (1986) Protection - (Relukreul Records).
  • (1987) Spirit of - (Pacific Music - Tao Label).
  • (1989) The Walz - (WEA Hong Kong), Helsdingen Music BV.
  • (1992) Ojongono - (Warner Music, Hong Kong) & PT Aquarius Musikindo,Indonesia, Helsdingen Music BV.
  • (1994) The Stage - (Munich Records), Helsdingen Music BV.
  • (1999) Born Free - (Munich Records).
  • (2000) FILM2000 - (Munich Records).
  • (2002) Born Free - Lightyear Entertainment lisensi rilis oleh Zebra Acoustic (Zebradisc.com), di Amerika distribusi oleh (Warner/ Elektra/ Atlantic Corporation, AOL-Time Warner Company)
  • (2002) Brushes the Clip - (Munich Records)
  • (2003) Brushes the CD & the Clip - (Munich Records).
  • (2004) Impression of a tour"/ Mahabharata Jazz and Wayang - (Munich Records).
  • (2007) Aysha Luluk Purwanto - (Munich Records).[4]

Referensi

  1. ↑ "Luluk Purwanto". encyclopedia.jakarta-tourism.go.id. Diakses tanggal 2020-02-12.
  2. 1 2 Luluk di Jakarta go.id Diarsipkan 2011-04-13 di Wayback Machine, Jakarta go.id, diakses 11 April 2011
  3. ↑ Luluk di Sejak Doeloe[pranala nonaktif permanen], Sejak doeloe, diakses 11 April 2011
  4. ↑ Situs resmi René, renevanhelsdingen.com, diakses 12 April 2011

Pranala luar

Jazz fusion
Jazz latin
Avant-jazz
Modal jazz
Post Bop
Cool jazz
Bebop
Swing
Dixieland
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan