Luca Guadagnino | |
|---|---|
Guadagnino pada tahun 2024 | |
| Lahir | 10 Agustus 1971 (umur 55) |
| Pendidikan | Universitas Sapienza Roma |
| Pekerjaan |
|
| Masa aktif | 1997–sekarang |
| Pasangan | Ferdinando Cito Filomarino (2009–2020) |
Luca Guadagnino (Italia:[ˈluːkaɡwadaɲˈɲiːno]; lahir 10 Agustus 1971) adalah seorang sutradara dan produser film Italia.[1] Film-filmnya dicirikan oleh kompleksitas emosional, erotisme, dan visual yang mewah. Guadagnino telah menerima banyak penghargaan, termasuk satu Silver Lion dan satu Independent Spirit Award, bersamaan dengan nominasi untuk satu Academy Award, dua Golden Globe, dan tiga BAFTA.
Lahir di Palermo dari ibu Aljazair dan ayah Sisilia, Guadagnino menghabiskan sebagian masa kecilnya di Ethiopia, tetapi keluarganya pindah kembali ke Italia untuk menghindari Perang Saudara Ethiopia. Guadagnino began his career directing short films and documentaries. Ia memulai debut film layar lebarnya dengan The Protagonists (1999), yang merupakan kolaborasi pertamanya dari sekian banyak kolaborasinya dengan aktris Tilda Swinton. Karya selanjutnya Melissa P. (2005) sukses secara komersial di Italia tetapi mendapat sambutan kritis yang beragam.
Guadagnino meraih pengakuan lebih lanjut dengan trilogi Desire-nya, yang terdiri dari film-film I Am Love (2009), A Bigger Splash (2015), dan Call Me by Your Name (2017). Yang membawanya meraih pengakuan internasional. Suspiria (2018), sebuah pembuatan ulang dari film tahun 1977 merupakan karya pertama Guadagnino dalam genre horor. Film itu gagal di box office dan memicu perdebatan di kalangan kritikus. Guadagnino melakukan debut televisinya dengan miniseri bertema kedewasaan HBO We Are Who We Are (2020). Dia menyutradarai film horor romantis Bones and All (2022), film olahraga romantis Challengers (2024), drama romantis periode Queer (2024), dan film thriller psikologis After the Hunt (2025).
Guadagnino menyutradarai beberapa film dokumenter, termasuk Salvatore: The Shoemaker of Dreams (2020) dan Joie de vivre (2026). Selain pembuatan film, dia juga terlibat dalam dunia mode, menyutradarai iklan untuk merek-merek seperti Fendi dan Salvatore Ferragamo. Pada tahun 2012, Guadagnino mendirikan perusahaan produksi Frenesy Film Company. Dia juga memproduksi Belluscone: A Sicilian Story (2014), The Truffle Hunters (2020), Holiday (2023), dan Enea (2023).
Latar belakang
Lahir di Palermo, Italia, ia merupakan putra dari ayah keturunan Sisilia dan ibu keturunan Aljazair [2][3] dan menghabiskan masa kanak-kanaknya di Etiopia, ketika ayahnya bekerja sebagai guru sejarah dan guru bahasa Italia.[4] Ia belajar literatur di Universitas Palermo[4] dan lulus dari Universitas Roma La Sapienza jurusan sejarah dan kritik film, dengan tesis tentang sutradara film Amerika Serikat Jonathan Demme.[5]
Ia adalah seorang homoseksual.[6][7] Ia tinggal dan bekerja di sebuah bangunan mewah abad ke-17 di jantung kota Crema, Lombardia, kota yang berjarak 40 menit dari Milan.[8]
Filmografi
| Tahun | Film | Catatan |
|---|---|---|
| 1997 | Qui | Film pendek |
| 1999 | The Protagonists | |
| 2000 | L'uomo risacca | Film pendek |
| 2001 | Sconvolto così | Film pendek |
| 2002 | Tilda Swinton: The Love Factory | Dokumenter pendek |
| 2003 | Mundo civilizado | Dokumenter |
| 2003 | Lotus | Dokumenter video |
| 2004 | Cuoco contadino | Dokumenter |
| 2005 | Melissa P. | |
| 2008 | The Love Factory No. 3 Pippo Delbono – Bisogna morire | Dokumenter |
| 2009 | I Am Love | |
| 2012 | Here | Iklan Starwood Hotels and Resorts Worldwide 15 menit |
| 2012 | One Plus One | Iklan Giorgio Armani 3.5 menit |
| 2013 | Walking Stories | Serial website / iklan Ferragamo |
| 2013 | Bertolucci on Bertolucci | Dokumenter, disutradarai bersama Walter Fasano |
| 2015 | A Bigger Splash | |
| 2017 | Call Me by Your Name | |
| 2018 | Suspiria | |
| 2020 | We Are Who We Are | Serial Drama |
| 2022 | Bones & All | Pasca Produksi |
| 2024 | Challengers | |
| Queer | ||
| 2025 | After The Hunt | |
| 2026 | Artificial |
Referensi
- ↑ Toto, Christian (1 Juli 2010). "Interview: 'I Am Love' director Luca Guadagnino". The Washington Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 April 2012. Diakses tanggal 25 Oktober 2010.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Grazia d’Annunzio (August 30, 2010), "Mi piace essere un outsider naturale" Vogue Italia
- ↑ Paola Piacenza (July 23, 2011), Luca Guadagnino: "Racconto il lato inconfessabile dell’Italia", Io Donna, Corriere della Sera
- 1 2 Dana Thomas (August 1, 2016), One Italian Filmmaker’s Ultimate Set — His Own Home T: The New York Times Style Magazine.
- ↑ "Luca Guadagnino". Göteborg Film Festival. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-08-24. Diakses tanggal 30 April 2017.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Pulver, Andrew (4 Februari 2016). "A Bigger Splash director: 'Italian cinema is mostly a bureau for tourism'". The Guardian. Diakses tanggal 30 April 2017.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Luca Guadagnino". Purple.fr. Diakses tanggal 30 April 2017.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Thomas, Dana (1 Agustus 2016). "One Italian Filmmaker's Ultimate Set — His Own Home". The New York Times. Diakses tanggal 30 April 2017.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Pranala luar
- Luca Guadagnino di IMDb (dalam bahasa Inggris)
| Film |
|
|---|---|
| Dokumenter | |
| Film pendek |
|
| Seri televisi |
|
| Lainnya | |