
Lubang intip adalah lubang kecil pada pintu yang memungkinkan seseorang di sisi dalam suatu ruangan dapat mengintip atau melihat langsung objek di depan pintu. Lensa pada lubang pintu biasanya diatur sedemikian rupa sehingga penglihatan hanya dapat diketahui dari satu arah. Lubang intip ini biasanya tidak melebihi diameter kancing baju (18 mm).
Pada pintu, biasanya untuk apartemen atau kamar hotel, lubang intip memungkinkan orang-orang untuk memastikan keamanan dengan melihat ke luar tanpa membuka pintu atau menunjukkan keberadaannya. Lubang intip sering dilengkapi dengan lensa mata ikan untuk memungkinkan bidang pandang yang lebih luas dari dalam.[1]
Pencegahan mengintip ke dalam
Lubang pintu sederhana (tanpa lensa) dapat memungkinkan orang dari luar untuk mengintip ke dalam. Lensa mata ikan membuat hanya sedikit yang bisa diintip dari sisi luar, tetapi bisa diakali dengan pembalik lubang intip (peephole reverser). Beberapa lubang intip dilengkapi dengan lempengan yang jatuh dan menutup sisi dalam lubang ketika tidak ada orang di dalam yang menahannya. Lubang intip digital seperti kamera pengintai memiliki kamera di sisi luar dan layar LCD di dalam, sehingga tidak ada informasi apapun yang bocor dari dalam ke luar pintu.
Desain lain untuk mencegah orang dari luar untuk melihat ke dalam bisa juga berupa lensa yang menghadap ke luar memproyeksi gambar ke kaca yang sudah diburamkan, misalnya frosted glass. Orang di dalam bisa melihat sisi lain pintu dari jarak pandang standar, tidak perlu mengintip dari lubang kecil, sementara finis kaca membuatnya tidak dapat melihat menembus dari sisi luar. Namun, ada kekurangan dari cara ini: area yang ingin dilihat harus memiliki pencahayaan cukup, dan pemasangannya membutuhkan lubang yang lebih besar daripada lubang intip biasa.
Referensi
- ↑ Lubang Adalah salah Satu Cara Peraga Ilmu pengetahuan Populer, juli 1950, hal 153, sisi kanan.