Senin, 02 November 2026
04:17 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Loko tur Cepu

Loko tur Cepu

jalur kereta api kehutanan di Indonesia

Bagikan:
Loko tur Cepu
330px-Three_Berliner_Maschinenbau_steam_locomotives_on_the_Cepu_Forest_Railway_in_Central_Java%2C_Indonesia.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokomotif uap yang digunakan untuk operasi loko tur Cepu, buatan Du Croo & Brauns dan Berliner Maschinenbau, Jerman.
Informasi umum
Jenis layananKereta lori wisata
StatusBeroperasi
Daerah operasiRegional Jawa Tengah
Mulai beroperasi1990 (1990)
Operator saat iniKesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu
Perum Kehutanan Negara
Lintas pelayanan
Stasiun awalDTW Perhutani Cepu
Jumlah pemberhentian-
Stasiun akhirKawasan penimbunan kayu Batokan (terjauh)
Jarak tempuhLihat peta rute di bawah
Waktu tempuh rerata30—45 menit
Frekuensi perjalananSatu kali keberangkatan di hari tertentu, total 4 kali di setiap pekan
Jenis relRel ringan
Pelayanan penumpang
Pengaturan tempat duduk
  • 12 tempat duduk disusun memanjang (kereta)
    kursi saling berhadapan ke samping dan tidak bisa diputar
  • 6 tempat duduk disusun berhadapan (gerbong terbuka)
    kursi saling berhadapan dan tidak dapat diputar
Fasilitas observasiKaca tunggal sederhana
Teknis sarana dan prasarana
Kecepatan operasional5 s.d 10 km/jam
Peta rute
ke Kapuan
arah Gundih
CU
Cepu
ke Cepu Kota
Sungai Bengawan Solo
Jawa Tengah
Jawa Timur
DTW Perhutani
ke Emplasemen Ngareng
Jembatan lori Ngelo
Jawa Tengah
Jawa Timur
Trase dresin 1 km
Trase dresin 3 km
Kwsn. penampungan kayu Batokan
Jalan Raya
Ngawi—Padangan
PGN
Padangan
ke Tobo
arah Surabaya Pasarturi

Loko tur Cepu adalah jalur kereta api wisata yang beroperasi di Cepu, Blora. Jalur kereta api ini dimiliki oleh Perhutani, dan dahulu digunakan untuk angkutan kayu dan hasil hutan. Loko tur Cepu sekarang berada dalam pengelolaan Kawasan Pemangkuan Hutan Cepu.

Loko tur Cepu memiliki koleksi lokomotif baik uap maupun diesel. Lokomotif uap yang beroperasi di jalur ini merupakan lokomotif uap kecil buatan Du Croo & Brauns, Belanda serta Berliner Maschinenbau, Jerman. Saat ini, relasi perjalanan yang dilayani adalah Stasiun Loko Tur–Tempat Penimbunan Kayu Batokan, pp. Selain lokomotif uap, loko tur Cepu juga memiliki armada lokomotif diesel. Loko tur ini juga melayani sampai Gubug Payung, tetapi hanya menyediakan sewa.[1]

Prasarana yang digunakan merupakan peninggalan era kolonial. Belanda sendiri mulai membuka hutan jati sebagai hutan industri pada tahun 1870-an. Dengan luas 33.000 hektare, kayu jati Cepu menjadi komoditas bernilai tinggi. Dalam rangka mempercepat pengangkutan kayu, jalur kereta apinya mulai dibangun tahun 1915. Sepanjang abad ke-20, jalur ini beroperasi untuk mengangkut kayu dari Gubug Payung hingga Batokan. Untuk mempromosikan pariwisata Cepu, Perhutani mulai meningkatkan jalur kereta api ini menjadi jalur kereta api wisata pada 1990.[2] Sayangnya, jalur ini banyak mengalami pemangkasan trase dan hanya sesekali beroperasi pada tahun 2002, karena prasarana yang tua. Loko tur Cepu akhirnya dapat dihidupkan lagi secara reguler pada 17 Januari 2018 dengan menggunakan lokomotif diesel.

Tarif

Saat ini jalur loko tur Cepu dilayani menggunakan lokomotif diesel dengan tarif mulai dari Rp20.000,00 per orang sekali jalan, belum termasuk tiket masuk kawasan. Di samping melayani reguler, Perhutani juga menyediakan paket sewa kereta uap dan diesel dengan harga yang bervariasi tergantung pada jenis paket yang dipilih.[1][3]

Insiden

Pada 7 Februari 2026, seorang wanita mengendarai sepeda motor yang tiba-tiba mogok di jalur yang dilintasi Loko tur Cepu. Peristiwa tersebut terjadi tepat saat kereta lori wisata akan melintas. Wanita tersebut sempat menepikan kendaraannya tetapi jarak yang masih terlalu dekat dengan badan rel membuatnya terserempet kereta. Peristiwa pun menyebabkan kepanikkan penumpang kereta dan membuat kereta diberhentikan sementara. Korban mengalami luka ringan dan lecet di siku lengan kemudian dilarikan ke Puskesmas terdekat dari lokasi kejadian.[4]

Referensi

  1. 1 2 Wedhaswary, Inggried Dwi (ed.). "Tur Kereta Wisata Juga Ada di Blora, Ini Jadwal dan Tarifnya". Kompas.com. Diakses tanggal 2019-12-12.
  2. ↑ Sujayanto, G. (2001). "It's a Nice Day bersama Loko Tua". Intisari. September 2001: 34–35.
  3. ↑ "Rute Loko Tour Bakal sampai Gubug Payung". Merdeka.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-12-12. Diakses tanggal 2019-12-12.
  4. ↑ Jamil, Achmad Niam (2026-02-29). "Viral Emak Pemotor Melaju di Tengah Rel-Terserempet Kereta Wisata Blora". detikjateng. Blora: Trans Digital Media. Diakses tanggal 2026-03-23.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=

Lihat pula

Ikon rintisan

Artikel bertopik perkeretaapian ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan