Jumat, 30 Oktober 2026
07:12 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Lokitaung

Lokitaung

Bagikan:
Lokitaung
Lokitaung di Kenya
Lokitaung
Lokitaung
Location of Lokitaung
Koordinat: 4°16′N 35°45′E / 4.27°N 35.75°E / 4.27; 35.75
NegaraKenya
NegaraCounty Turkana
Zona waktuUTC+3 (EAT)
250px-Karsa_basalt_columns.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kolom basal Turkana, yang sudah diteliti oleh para ahli di basal Lokitaung.

Lokitaung adalah sebuah pemukiman di County Turkana, Kenya. Terletak di utara Kenya, berbatasan dengan Etiopia dan beberapa mil ke arah pedalaman barat laut Danau Turkana. Lokitaung merupakan situs aliran lava [[basal] berusia 36 juta tahun, yang terletak di atas sedimen Periode Kapur termasuk tulang dinosaurus. Ketebalan basalnya lebih dari 1 kilometer, dan lebarnya sekitar 100 kilometer.

Pemukiman

Antara 1913-1931, pasukan Sudan yang beroperasi di Kenya Utara dan Sudan selatan terserang wabah Visceral leishmaniasis atau Kala-azar, jenis parasit paling ganas dari Leismaniasis, di Lokitaung.[1] Situs wabah yang sebenarnya diperkirakan berada di lubang air Moru-Yakippi, yang kemudian disebut Loelli.[1] Pada tahun 1941, wabah Kala-azar ini juga menyerang tentara dari King's African Rifles ketika melintasi Lokitaung untuk ditempatkan di Nyeri.[2]

Pada tahun 1958-9, pemerintah Inggris membangun sebuah penjara di Lokitaung, tempat para pemberontak Mau Mau ditahan, dilaporkan bahwa para tahanan diperlakukan sangat keras. Laporan tentang perilaku dan kondisi yang kejam ini tercium oleh pers Inggris, yang mempertimbangkan untuk mengirim tim investigasi.[3] Pejabat kolonial Inggris termasuk Charles Ryland dan Lennox-Boyde menolak untuk mengizinkan penyelidikan atau kunjungan dari media massa. Seorang kapten Inggris, E. Law, mengatakan kepada anggota Parlemen Buruh Inggris John Stonehouse bahwa sipir Inggris lebih sadis daripada orang Jepang yang menginternasinya di "Burma-Siam Railway." Upaya politik untuk menyelidiki penjara ini tidak pernah berhasil.[3]

Sekarang, lapangan yang ada di penjara Lokitaung digunakan untuk pertandingan sepak bola oleh anak-anak sekolah di Lokitaung dan masyarakat sekitarnya.[4]

Pada tahun 2011, Lokitaung merupakan salah satu dari sejumlah desa di seluruh Turkana yang menderita kelaparan, karena kekeringan yang berkepanjangan.[5]

Referensi

  1. 1 2 Kirk, R (1956). "Studies in Leishmaniasis in the Anglo-Egyptian Sudan". Transactions of the Royal Society of Tropical Medicine and Hygiene. 50 (2): 257–270. doi:10.1016/s0035-9203(42)90044-0.
  2. ↑ Cole, ACE (1942). "A Preliminary Report of an Outbreak of Kala-azar in a Battalion of King's African Rifles". Transactions of the Royal Society of Tropical Medicine and Hygiene. 36: 25–34. doi:10.1016/s0035-9203(42)90053-1.
  3. 1 2 Joanna Lewis; Philip Murphy (2006). "The Colonial Office and the British Press". Dalam Kaul, Chandrika (ed.). Media and the British Empire. Palgrave Macmillan. hlm. 56–60.
  4. ↑ "Commandos up the stakes by flying to Nzoia school games". Citizen Digital. 12 Juli 2016. Diakses tanggal 18 Oktober 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Golden, Don (6 September 2011). "Turkana: Looking Into the Face of Starvation". Diakses tanggal 18 Oktober 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan