Kamis, 29 Oktober 2026
02:31 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Litium peroksida

Litium peroksida

senyawa kimia

Bagikan:
Litium peroksida
Lithium peroxide
Nama
Nama lain
Dilitium peroksida, Litium(I) peroksida
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChemSpider
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
  • InChI=1S/2Li.O2/c;;1-2/q2*+1;-2 checkY
    Key: HPGPEWYJWRWDTP-UHFFFAOYSA-N checkY
  • InChI=1/2Li.O2/c;;1-2/q2*+1;-2
    Key: HPGPEWYJWRWDTP-UHFFFAOYAV
  • [Li+].[Li+].[O-][O-]
Sifat
Li2O2
Massa molar 45,881 g/mol
Penampilan serbuk putih, halus
Bau tak berbau
Densitas 2,31 g/cm3[1][2]
Titik lebur 195 °C
Titik didih Terdekomposisi menjadi Li2O
larut
Kelarutan tidak larut dalam alkohol
Struktur
heksagonal
Termokimia
Entalpi pembentukan standar (ΔfHo) -13,82 kJ/g
Bahaya
tak terdaftar
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi

Litium peroksida adalah senyawa anorganik dengan rumus Li2O2. Senyawa ini berupa padatan putih tak higroskopis. Oleh karena ia memiliki rasio oksigen berbanding massa dan oksigen berbanding volume yang tinggi, padatannya telah digunakan untuk menghilangkan CO2 dari atmosfer dalam wahana antariksa.[3]

Preparasi

Litium peroksida dibuat melalui reaksi hidrogen peroksida dan litium hidroksida. Reaksi ini pertama-tama menghasilkan litium hidroperoksida:[3][4]

LiOH + H 2 O 2 ⟶ LiOOH + 2 H 2 O {\displaystyle {\ce {LiOH + H2O2 -> LiOOH + 2H2O}}} {\displaystyle {\mathrm {LiOH} {}+{}\mathrm {H} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}{}\mathrel {\longrightarrow } {}\mathrm {LiOOH} {}+{}2\,\mathrm {H} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} }}

Litium hidroperoksida ini juga disebut sebagai litium peroksida monoperoksohidrat trihidrat (Li2O2·H2O2·3H2O). Dehidrasi bahan ini menghasilkan garam peroksida anhidrat:

2 LiOOH ⟶ Li 2 O 2 + H 2 O 2 + 2 H 2 O {\displaystyle {\ce {2LiOOH -> Li2O2 + H2O2 + 2H2O}}} {\displaystyle {2\,\mathrm {LiOOH} {}\mathrel {\longrightarrow } {}\mathrm {Li} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}{}+{}\mathrm {H} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}{}+{}2\,\mathrm {H} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} }}

Li terdekomposisi pada suhu sekitar 450 °C menghasilkaln litium oksida:

2 Li 2 O 2 ⟶ 2 Li 2 O + O 2 {\displaystyle {\ce {2Li2O2 -> 2Li2O + O2}}} {\displaystyle {2\,\mathrm {Li} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}{}\mathrel {\longrightarrow } {}2\,\mathrm {Li} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} {}+{}\mathrm {O} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}}}

Struktur padatan Li telah ditentukan menggunakan kristalografi sinar-X dan teori fungsional densitas [en]. Padatannya menunjukkan subunit Li "seperti etana" berbentuk bulan sabit dengan jarak O–O sekitar 1,5 Å.[5]

Kegunaan

Litium peroksida digunakan dalam pemurni udara ketika bobot menjadi pertimbangan, misalnya, dalam wahana antariksa untuk menyerap karbon dioksida dan membebaskan oksigen sesuai reaksi:[3]

2 Li 2 O 2 + 2 CO 2 ⟶ 2 Li 2 CO 3 + O 2 {\displaystyle {\ce {2Li2O2 + 2CO2 -> 2Li2CO3 + O2}}} {\displaystyle {2\,\mathrm {Li} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}{}+{}2\,\mathrm {CO} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}{}\mathrel {\longrightarrow } {}2\,\mathrm {Li} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {CO} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{3}}{}+{}\mathrm {O} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}}}

Ia menyerap lebih banyak CO2 daripada litium hidroksida dengan berat yang sama, ditambah bonus melepaskan oksigen.[6] Selain itu, tidak seperti peroksida logam alkali lainnya, ia tidak higroskopis.

Reaksi litium peroksida yang dapat balik adalah dasar untuk prototipe baterai litium–udara [en]. Dengan menggunakan oksigen dari atmosfer, memungkinkan baterai mengeliminasi penyimpanan oksigen untuk reaksinya, menghemat berat dan ukuran baterai.[7]

Kombinasi baterai lithium–udara yang berhasil, dilengkapi dengan membran sel surya permeabel udara, diumumkan oleh Universitas Negara Bagian Ohio pada tahun 2014.[8] Kombinasi dari dua fungsi dalam satu modul (sebuah "baterai surya") diharapkan dapat mengurangi biaya secara signifikan dibandingkan modul dan pengendali terpisah seperti saat ini.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ "Physical Constants of Inorganic Compounds," in CRC Handbook of Chemistry and Physics, 91st Edition (Internet Version 2011), W. M. Haynes, ed., CRC Press/Taylor and Francis, Boca Raton, FL. (pp: 4-72).
  2. ↑ Speight, James G. (2005). Lange's Handbook of Chemistry (16th Edition). (pp: 1.40). McGraw-Hill. Online version available at: http://www.knovel.com/web/portal/browse/display?_EXT_KNOVEL_DISPLAY_bookid=1347&VerticalID=0
  3. 1 2 3 Greenwood, Norman N.; Earnshaw, Alan (1984). Chemistry of the Elements. Oxford: Pergamon Press. hlm. 98. ISBN 0-08-022057-6.{{cite book}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=
  4. ↑ E. Dönges "Lithium and Sodium Peroxides" in Handbook of Preparative Inorganic Chemistry, 2nd Ed. Edited by G. Brauer, Academic Press, 1963, NY. Vol. 1. p. 979.
  5. ↑ L. G. Cota and P. de la Mora "On the structure of lithium peroxide, Li2O2" Acta Crystallogr. 2005, vol. B61, pages 133-136. DOI:10.1107/S0108768105003629
  6. ↑ Ulrich Wietelmann, Richard J. Bauer "Lithium and Lithium Compounds" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry 2005, Wiley-VCH: Weinheim. doi:10.1002/14356007.a15_393.pub2
  7. ↑ Girishkumar, G.; B. McCloskey; AC Luntz; S. Swanson; W. Wilcke (Juli 2, 2010). "Lithium- air battery: Promise and challenges". The Journal of Physical Chemistry Letters. 1 (14): 2193–2203. doi:10.1021/jz1005384.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Patent-pending device invented at The Ohio State University: the world’s first solar battery.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan