Sabtu, 26 September 2026
07:55 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia
Lipedema

Lipedema

Lipedema
Nama lainLipoedema, lipödem, lipalgia, adiposalgia, adipoalgesia, adiposis dolorosa, lipomatosis dolorosa of the legs, lipohipertrofi dolorosa, nyeri kaki kolon, sindrom lipedema nyeri
250px-Lipedema%2C_type_III.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lipedema tipe III stadium 1.
SpesialisasiAngiologi
GejalaPeningkatan lemak di bawah kulit kaki, mudah memar, nyeri[1]
Awitan umumPubertas, kehamilan, menopause[1]
DurasiJangka panjang[2]
PenyebabTidak diketahui[1]
Faktor risikoAnggota keluarga yang terdampak[3]
Metode diagnostikBerdasarkan gejala dan pemeriksaan[1]
Diagnosis bandingEdema pedal, limfedema, obesitas[1][4]
PengobatanDiet, olahraga, stoking kompresi, sedot lemak[1][3]
FrekuensiHingga 11% wanita[5]

Lipedema adalah pembesaran yang tidak proporsional pada kedua tungkai akibat bertambahnya lemak di bawah kulit.[1][3] Rasa nyeri dan mudah memar juga dapat terjadi dan pada umumnya, gejala-gejala yang terjadi semakin memburuk seiring berjalannya waktu.[1] Umumnya, penyakit ini tidak memengaruhi kaki; meskipun kadang-kadang lengan dapat terpengaruh.[3] Wanita dengan berat badan berapa pun dapat mengalami kondisi ini.[3] Komplikasi dapat termasuk depresi.[1]

Walaupun penyebabnya tidak diketahui, penyakit ini diyakini melibatkan faktor genetika dan hormonal.[1] Penyakit ini sering kali diturunkan dalam keluarga.[1] Paling tidak awalnya sistem limfatik tampak normal.[2] Diagnosis didasarkan pada gejala dan pemeriksaan.[1] Penyakit lain yang serupa termasuk sembap dan limfedema.[1] Lipedema sering kali didiagnosis secara keliru sebagai obesitas.[4]

Walaupun obatnya belum ditemukan; perawatan mungkin dapat membantu pemulihan.[3] Perawatan tersebut dapat mencakup pola makan yang sehat dan olahraga untuk menjaga berat badan yang sehat; walaupun begitu, kondisi ini sering kali tahan terhadap penurunan berat badan.[1][3] Stoking kompresi dapat membantu mengatasi rasa sakit dan kesulitan berjalan.[3] Sedot lemak juga dapat membantu mengatasi gejala-gejala yang parah.[1][3]

Di Amerika Serikat, lipedema diperkirakan memengaruhi sampai 11% dari wanita.[5] Hal ini hampir hanya terjadi pada wanita.[1] Timbulnya penyakit ini biasanya terjadi pada masa pubertas, kehamilan, atau menopause.[1] Penyakit ini pertama kali dideskripsikan pada tahun 1940, dan kriteria diagnosis pertama ditetapkan pada tahun 1951.[5]

Referensi

[6]

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 "Lipedema". rarediseases.info.nih.gov. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 Maret 2021. Diakses tanggal 30 Desember 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Wollina, U (Maret 2019). "Lipedema-An update". Dermatologic therapy. 32 (2): e12805. doi:10.1111/dth.12805. PMID 30565362.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 "Lipoedema". nhs.uk. 2 Oktober 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 April 2021. Diakses tanggal 1 April 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Herbst, Karen L (2012). "Rare adipose disorders (RADs) masquerading as obesity". Acta Pharmacologica Sinica. 33 (2): 155–72. doi:10.1038/aps.2011.153. PMC 4010336. PMID 22301856.
  5. 1 2 3 Buck DW, 2nd; Herbst, KL (September 2016). "Lipedema: A Relatively Common Disease with Extremely Common Misconceptions". Plastic and reconstructive surgery. Global open. 4 (9): e1043. doi:10.1097/GOX.0000000000001043. PMID 27757353.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  6. ↑ HINES, EA (2 Januari 1952). "Lipedema and physiologic edema". Proceedings of the Staff Meetings. Mayo Clinic. 27 (1): 7–9. PMID 14900206.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan