Selasa, 06 Oktober 2026
11:04 WIB
TERKINI
Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan

Liem Khing Hoo

penulis Indonesia

Bagikan:

Liem Khing Hoo (25 Juli 1905 – 4 April 1945) adalah seorang penulis Tionghoa-Indonesia. Menulis dalam bahasa Melayu dan Jawa, ia menerjemahkan Mahabharata, Sam Kok,[1] dan menulis berbagai novel. Salah satu novelnya yang berjudul Berjuang mengajak orang muda untuk pindah dari pulau Jawa yang padat ke Kalimantan yang saat itu relatif jarang penduduknya untuk mencari kesempatan baru dan melepaskan diri dari kelaparan di Jawa.[2][3]

Riwayat

Dilahirkan di Wlingi, Blitar, ia kemudian pindah ke Surabaya dan bekerja pada majalah Liberty pimpinan Ong Ping Lok. Sebagai penulis ia menggunakan nama samaran Romano ketika menulis sastra dan Justitia ketika menulis nonfiksi. Setelah Ong Ping Lok pensiun, ia menyerahkan kepemimpinan majalah itu kepada Liem Khing Hoo. Pada tahun 1933, majalah ini kemudian diambil alih oleh Kwee Sing Chiang, pemilik percetakan The Paragon Press dari Malang. Liem Khing Hoo tetap menjadi redaktur kepala dan dibantu oleh berbagai penulis seperti Njoo Cheong Seng, Liem Thian Joe, Souw Tjwan Hong, Joe Bing Hian, Tan Boen Soan, Tan Kie Goan, Liem Gwan Ging, dan Gan Kang Sing. Majalah ini terbit sampai tahun 1941, beberapa saat sebelum tentara kolonial Jepang masuk ke Jawa. Ia kemudian pindah ke Tosari. Pada bulan Februari 1945, ia ditangkap oleh tentara Jepang dengan tuduhan memimpin gerakan pemberontakan. Di dalam tahanan ia jatuh sakit dan meninggal pada 4 April 1945. Jenazahnya dimakamkan di Mayangan, Probolinggo, dan kemudian dipindahkan ke Wonoasih, Probolinggo.[4]

Rujukan

  1. ↑ http://www.worldcatlibraries.org/wcpa/top3mset/23776181
  2. ↑ "http://elka.umm.ac.id/artikel3.htm". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-07-13. Diakses tanggal 2007-08-16.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |title=
  3. ↑ http://www.kompas.com/kompas-cetak/0303/15/pustaka/181532.htm
  4. ↑ "Liem Khing Hoo". encyclopedia.jakarta-tourism.go.id. Diakses tanggal 2020-02-12.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan