Rabu, 04 November 2026
12:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Li Lin (fisikawan)

Li Lin (fisikawan)

Fisikawan Tiongkok

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Li Lin (biokimiawan).
Ini adalah nama Tionghoa; marganya adalah Li.
Li Lin
250px-Li_Lin_%28physicist%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Li Lin pada 1948
Lahir
Li Xizhi

(1923-10-31)31 Oktober 1923
Beijing, Republik Tiongkok Tiongkok
Meninggal31 Mei 2003(2003-05-31) (umur 79)
AlmamaterUniversitas Guangxi,
Universitas Birmingham,
Universitas Cambridge
Pasangan menikah
​
(m. 1948⁠–⁠2003)​
Karier ilmiah
BidangMetalurgi, daya nuklir, superkonduktivitas suhu tinggi
Tempat kerjaInstitut Metalurgi Shanghai, Institut Fisika AIPT, Institut Fisika Energi Tinggi
Li Lin (fisikawan)
Hanzi: 李林
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Lǐ Lín
- Wade-Giles: Li Lin

Li Lin (Hanzi:李林; 31 Oktober 1923–31 Mei 2003) adalah seorang fisikawan Tiongkok. Ia memberi sumbangsih penting terhadap program metalurgi, daya nuklir, dan superkonduktivitas suhu tinggi Tiongkok dan terpilih sebagai cendekiawan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (AIPT) pada 1980. Ayahnya, Li Siguang, dan suaminya, Chen-Lu Tsou, adalah ilmuwan dan cendekiawan terkemuka.[1][2]

Kehidupan awal dan pendidikan

250px-Li_Siguang%2C_Xu_Shubin_and_Li_Lin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Li Lin dengan orang tuanya pada 1930-an.

Li lahir sebagai Li Xizhi (李熙芝) di Beijing pada 31 Oktober 1923,[1][3] dengan rumah leluhurnya di Huanggang, Provinsi Hubei. Ayahnya, Li Siguang (J.S. Lee), adalah geologis terkemuka dan profesor di Universitas Peking dan ibunya, Xu Shubin (许淑彬), adalah seorang pemain piano dan guru sekolah.[1] Ayahnya merupakan keturunan Mongol, kakeknya adalah seorang pengemis Mongol yang pindah ke Hubei untuk mendapat kehidupan yang lebih baik. Aslinya, keluarganya bermarga Mongol "Kuli" (库里) atau "Ku" (库).[4]

Dari 1934 hingga 1936, ia tinggal di Inggris, di mana ayahnya mengajar. Setelah Perang Tiongkok-Jepang Kedua pecah, keluarganya mengungsi di Shanghai, lalu Guilin dan Guangxi yang bebas dari pendudukan Jepang.[1]

Di Guilin, ia mengubah namanya menjadi Li Lin[4] dan belajar di Universitas Guangxi, lulus pada 1944 dengan gelar mekanik. Ia bekerja di Institut Aviasi di Chengdu dan dengan bantuan Joseph Needham, a berhasil memenangkan beasiswa belajar di Universitas Birmingham dari Dewan Budaya Britania Raya pada 1946. Setelah mendapatkan gelar master pada 1948, ia melanjutkan studinya di Departement Metalurgi Universitas Cambridge,[1] di mana ia bertemu dan menikahi ilmuwan Chen Lu-Tsou yang sama-sama berkebangsaan Tiongkok. Ia pun dikenal sebagai Anna Tsou.[2]

Karier

Setelah Li dan Tsou menyelesaikan S3-nya pada 1951, mereka kembali ke Republik Rakyat Tiongkok yang baru saja didirikan. Li bekerja di Institut Metalurgi Shanghai dan Tsou bekerja di Institut Fisiologi dan Biokimia Shanghai, keduanya berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (AIPT).[1] Ia dan rekannya memenangkan anugerah atas penelitiannya mengenai grafit bulat pada 1956.[5]

Pada 1956, fisikawan Qian Sangiang mempekerjakan Li dalam program daya nuklir Tiongkok. Setelah menyelesaikan proyek reaktor air berat, pada 1958, ia dipindahkan ke Institut Fisika AIPT di Beijing. Ia menghabiskan 14 tahun setelahnya untuk bekerja dalam program nuklir.[1][4] Pada 1972 atau 1973, ia dipindahkan lagi ke Institut Fisika Energi Tinggi untuk bekerja dalam bidang superkonduktivitas suhu tinggi.[1][4][5]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Li Lin". Jiusan Society. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-06-29. Diakses tanggal 29 Juni 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Slater, E. C. (Maret 2007). "Memories of Chen-lu Tsou". IUBMB Life. 59 (3): 190–192. doi:10.1080/15216540701210208. ISSN 1521-6543. PMID 17487691.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Elizabeth Sleeman (2001). The International Who's Who of Women 2002. Psychology Press. hlm. 331. ISBN 978-1-85743-122-3.
  4. 1 2 3 4 Ba, Yi'er. 父女院士:李四光和李林的故事. Eastday. Diarsipkan dari asli tanggal 2004-01-23. Diakses tanggal 29 Juni 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 Wolfgang Bartke (2012). Who was Who in the People's Republic of China. Walter de Gruyter. hlm. 229. ISBN 978-3-11-096823-1.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan