Jumat, 09 Oktober 2026
13:41 WIB
TERKINI
Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP

Leon Agusta

Penyair Indonesia

Bagikan:
Leon Agusta
Lahir
Ridwan Ilyas Sutan Badaro

(1938-08-05)5 Agustus 1938
Meninggal10 Desember 2015(2015-12-10) (umur 77)[1]
Pasangan menikahLisa Agusta
Margaret “Maggie” Rose Glade
​
​
(m. 1978;meninggal 2015)​
Anak11, termasuk Paul Agusta
Karier kepenulisan
Genrepuisi, cerpen, esai

Leon Agusta (5 Agustus 1938 – 10 Desember 2015) adalah sastrawan Indonesia.

Ia pernah menjadi guru SGB Bengkalis (1959), pemimpin Bengkel Teater Padang (1972), dan anggota Dewan Kesenian Jakarta. Ia mengikuti International Writing Program di Universitas Iowa, Amerika Serikat (1976-1977) kemudian menerbitkan sebuah kumpulan puisi berjudul Di Sudut-sudut New York Itu (1977) dan sebagian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.[2]

Setelah menulis puisi selama lebih kurang lima belas tahun dia mengatakan: "Menulis puisi bukan pekerjaan, menjadi penyair bukan tujuan". Ini dikatakannya dengan kesadaran hidup yang lebih luas dibanding dengan masalah penciptaan puisi semata-mata.[3]

Karya

Karya yang telah diterbitkan:[4]

  • Monumen Safari kumpulan puisi (1966)
  • Catatan Putih kumpulan puisi (1975)
  • Di Bawah Bayangan Sang Kekasih novel (1978)
  • Hukla kumpulan puisi (1979)
  • Berkemah dengan Putri Bangau kumpulan puisi anak-anak (1981)
  • Hedona dan Masochi kumpulan cerpen (1984).

Pranala luar

Rujukan

  1. ↑ Sastrawan Leon Agusta Tutup Usia
  2. ↑ (Inggris) On Foreign Shores: American Images in Indonesian Poetry. Penyunting dan penerjemah John McGlynn. Lontar Foundation, 1990, Jakarta.
  3. ↑ (Indonesia) Agusta, Leon. Catatan Putih. . Puisi Indonesia, 1975. Sampul belakang
  4. ↑ (Indonesia) Rampan, Korrie. Leksikon Sastra Indonesia. Balai Pustaka, 2000, Jakarta. Halaman 260


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan