Selasa, 13 Oktober 2026
23:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Lenong preman

Lenong preman

Bagikan:
250px-Lenong_at_Batavia_Festival_2012.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lenong di Batavia Festival 2012

Lenong Preman adalah salah satu bentuk kesenian teater tradisional Betawi yang lebih fokus pada kehidupan sehari-hari masyarakat Betawi, dengan mengangkat tema-tema seperti kisah cinta, keluarga, dan kriminalitas. Pertunjukan ini biasanya dikemas dengan cara yang ringan, lucu, dan menghibur.[1] Berbeda dengan Lenong Denes yang menggunakan bahasa Melayu tinggi, Lenong Preman menggunakan bahasa Betawi sehari-hari, menjadikannya lebih dekat dengan kehidupan masyarakat urban Betawi dan mudah dipahami oleh penonton. Kesenian ini sering kali menyampaikan pesan moral melalui humor dan situasi yang familiar bagi penontonnya.[2]

Sejarah singkat lenong

Lenong sendiri pertama kali dipertunjukkan di Jakarta pada tahun 1968, bertepatan dengan berdirinya Taman Ismail Marzuki (TIM). Pertunjukan pertama yang dibawakan adalah cerita Si Jampang, yang berhasil menarik perhatian banyak penonton. Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat, area sekitar teater terbuka dijaga dengan sangat ketat karena tingginya jumlah penonton. Namun, sejak Oktober 1970, pertunjukan lenong mulai dijadwalkan hanya sebulan sekali dengan durasi yang semakin berkurang, hingga menjadi hanya satu malam dalam sebulan.[3]

Meskipun sangat erat kaitannya dengan budaya Betawi, istilah lenong sendiri berasal dari nama seorang saudagar Cina, Lien Ong, yang sering menggelar pertunjukan teater tersebut. Sebelum dipentaskan di TIM, lenong awalnya hanya ditampilkan dari kampung ke kampung, bahkan tanpa menggunakan panggung tetap. Pendapatan dari pertunjukan ini didapatkan melalui sumbangan sukarela dari para penonton. Seiring waktu, lenong terus berkembang dan menjadi bagian penting dari tradisi seni pertunjukan Jakarta.[3]

Karakteristik Lenong Preman

Lenong Preman adalah bentuk lain dari teater lenong yang memiliki karakteristik berbeda dari Lenong Denes. Jika Lenong Denes lebih formal dan mengangkat cerita-cerita kerajaan atau kehidupan bangsawan dengan bahasa yang tinggi, Lenong Preman lebih cair, bebas, dan menggunakan bahasa sehari-hari dalam cerita-ceritanya.[4]

Pertunjukan Lenong Preman sering kali mengangkat drama kehidupan rumah tangga sehari-hari atau kisah kepahlawanan dan kriminalitas. Banyak cerita yang dibawakan berkaitan dengan para jagoan atau tokoh heroik, seperti Si Pitung, Mirah dari Marunda, atau Pandekar Sambuk Wasiat. Cerita-cerita ini sering kali berkisar pada tema perjuangan melawan ketidakadilan, dengan tokoh utama yang biasanya adalah para pahlawan atau penjahat, mencerminkan realitas kehidupan masyarakat Betawi pada masa itu. Lenong Preman juga sering disebut sebagai Lenong Jago karena banyak menampilkan tokoh-tokoh yang dianggap jagoan dalam cerita tersebut.[4]

Referensi

40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
  1. ↑ "lenong preman". Kompaspedia. Diakses tanggal 2025-06-15.
  2. ↑ admin1 (2024-05-06). "Representasi Masyarakat Betawi dalam Lenong Preman". Seni Budaya Betawi (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-06-15.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  3. 1 2 Media, Kompas Cyber (2022-05-03). "Lenong, Teater Tradisional Jakarta Halaman all - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-06-15.
  4. 1 2 "Asal-usul Lenong, Sandiwara Komedi Dari Betawi | Validnews.id". Validnews.id. Diakses tanggal 2025-06-15.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan