Kamis, 08 Oktober 2026
11:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Lenong denes

Lenong denes

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Juni 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Alasannya ialah: perlu penamabahan subjudul dan pranala dalam. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Juni 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-Lenong_Betawi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lenong Betawi

Lenong Denes adalah salah satu variasi atau genre dari kesenian lenong Betawi yang menampilkan cerita-cerita kerajaan dengan gaya yang formal dan terstruktur. Istilah Denes atau Dines dalam dialek Betawi berarti dinas atau resmi yang mencerminkan penggunaan bahasa formal serta kostum yang mewah dalam pertunjukannya.[1] Lakon atau skenario lenong umumnya mengandung pesan moral karena isi ceritanya untuk menolong yang lemah, membenci kerakusan dan perbuatan tercela. Bahasa yang digunakan dalam lenong adalah bahasa Melayu (atau kini bahasa Indonesia) dialek Betawi.[1]

Kesenian ini, menurut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sering kali mengangkat tema kehidupan bangsawan atau kerajaan, dengan alur cerita yang sering terinspirasi oleh cerita-cerita seperti 1001 malam atau cerita rakyat lainnya. Lenong Denes menjadi media untuk menggambarkan tokoh-tokoh penting atau peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan kekuasaan dan budaya tinggi dalam masyarakat Betawi, dengan penekanan pada kesan elegan dan resmi dalam penyampaiannya.[2] Selain dari cerita 1001 malam, pertunjukan lenong Denes yaitu Jula - Juli Bintang Tujuh. Pada umumnya, pementasaan lenong ini menggunakan pemakaian Bahasa Melayu secara kental dengan pembawaan dialog yang sebagian besar dinyanyikan. Apabila terdapat adegan-adegan dalam perkelahian, Lenong Denes tidak menampilkan silat, tetapi tinju, gulat, dan anggar (pedang).[3]

Pelatihan Teater Lenong Denes oleh Pemerintah dan Universitas

Sebagai bagian dari upaya untuk melestarikan dan menghidupkan kembali seni teater tradisional Betawi, khususnya Lenong Denes, sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan seni teater Lenong Denes yang diselenggarakan di Gedung Satuan Pelayanan Latihan Kesenian Jakarta Barat, yang terletak di Jalan Rama Raya No. 1, Komplek Persada Sayang, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng. Pelatihan ini berlangsung selama sepuluh hari, dari 11 hingga 22 Februari 2019, dan diikuti oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), pelaku seni dari sanggar, serta pengelola ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA). Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Unit Pengelola Pusat Pelatihan Seni Budaya (UP PPSB) Satpel Jakarta Barat, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pengetahuan dan keterampilan para pelaku seni teater, agar tetap dapat berkembang di bidang budaya.[4]

Seiring berjalannya waktu, Lenong Denes mengalami pasang surut. Pada masa penjajahan Belanda, kesenian ini menjadi alat perjuangan dengan menyajikan cerita-cerita tentang perlawanan masyarakat terhadap penjajah. Namun, pada tahun 1960-an, Lenong Denes hampir punah karena kurangnya minat masyarakat dan persaingan dengan hiburan modern.[5]

Referensi

  1. 1 2 Karim, Fikri Abdul. "Mengenal Lenong, Seni Teater Betawi | Good News From Indonesia". Good News From Indonesia. Diakses tanggal 2025-06-15.
  2. ↑ "Indonesia.go.id - Lenong Denes, Cerita Bangsawan dari Betawi". indonesia.go.id. Diakses tanggal 2025-06-15.
  3. ↑ Laksana, Fajar (2022-10-27). "5 Jenis Teater Tradisional Nusantara Beserta Penjelasannya". Blog Mamikos. Diakses tanggal 2025-06-15.
  4. ↑ [email protected], Jakarta Barat. "30 Peserta Ikut Pelatihan Lenong Denes di Gedung Kesenian Jakbar - Kota Administrasi Jakarta Barat". Website Resmi Kota Administrasi Jakarta Barat (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-06-15.
  5. ↑ admin1 (2021-07-27). "Sejarah Lenong Berawal dari Obrolan Pedagang di Pasar". Seni Budaya Betawi (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-06-15.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)


40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan