Jumat, 25 September 2026
04:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum

Leizu

Leizu (Hanzi:嫘祖; Pinyin:Léi Zǔ), juga dikenal sebagai Xi Lingshi (Hanzi:西陵氏, Wade–Giles Hsi Ling-shih), merupakan seorang Permaisuri legendaris Tiongkok dan istri Huang Di. Menurut tradisi, ia menemukan serikultur, dan menemukan alat tenun sutra pada abad ke-27 SM.

Mitos

Leizu menemukan Ngengat sutra saat minum teh di tengah hari, dan seekor kepompong jatuh ke dalam tehnya.

Menurut salah satu catatan, seekor kepompong ulat sutra jatuh ke dalam tehnya, dan panasnya membungkus sutra sampai meregangkan seluruh tamannya. Ketika sutra itu putus, ia melihat seekor kepompong kecil dan menyadari bahwa kepompong ini adalah sumber sutra. Versi lain mengatakan bahwa ia menemukan ulat sutra yang memakan daun murbei dan kepompong itu menyulam sutra. Ia mengumpulkan beberapa sutra, lalu duduk minum teh. Sambil menghirup cangkirnya, ia menjatuhkan kepompong ke air yang mengepul. Sebuah benang halus mulai memisahkan diri dari kepompong ulat sutra. Leizu menemukan bahwa ia dapat melepas benang lembut dan indah ini di jarinya.

Ia membujuk suaminya untuk memberinya sepatang pohon murbei, tempat ia dapat menjinakkan cacing yang membuat kepompong ini. Ia dikaitkan dengan penemuan reel sutera, yang menggabungkan filamen halus menjadi benang yang cukup kuat untuk ditenun. Ia juga berjasa dengan menciptakan alat tenun sutera pertama. Tidak diketahui berapa banyak, jika ada, dari kisah ini benar, tetapi sejarawan mengetahui bahwa Tiongkok merupakan negara peradaban pertama yang menggunakan sutera. Leizu berbagi penemuannya dengan orang lain, dan pengetahuannya tersebar luas di Tiongkok.

Ia menjadi objek pemujaan populer di Tiongkok modern, dengan gelar 'Ibunda Ulat Sutra' (Can Nainai).[1]

Leizu memiliki seorang putra bernama Changyi dengan Kaisar Huang Di, dan ia adalah ayahanda Kaisar Zhuanxu. Pamanda Zhuanxu dan ayahandanya, putra-putra Huang Di, dilewati dan Zhuanxu terpilih sebagai pewaris Huang Di.[2]

Referensi

  1. ↑ Lizhu, Fan (Juni 2003). "The Cult of the Silkworm Mother as a Core of a Local Community Religion in a North China Village: Field Study in Zhiwuying, Baoding, Hebei". The China Quarterly (dalam bahasa Inggris). 360 (174).
  2. ↑ Asiapac Editorial (2006). Great Chinese emperors: tales of wise and benevolent rule (Edisi revised). Asiapac Books Pte Ltd. hlm. 9. ISBN 9812294511. Diakses tanggal 2012-04-04.

Bacaan selanjutnya

  • Kuhn, Dieter (1984). "Tracing a Chinese Legend: In Search of the Identity of the 'First Sericulturalist.'" T'oung Pao 70: 213–45.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan