Sabtu, 17 Oktober 2026
15:27 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Lebah madu Asia

Lebah madu Asia

spesies serangga

Bagikan:
Lebah madu timur
250px-Apis_cerana%2C_Asiatic_honey_bee_-_Khao_Yai_National_Park.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lebah madu timur - Taman Nasional Khao Yai, Thailand
250px-Apis_Cerana_Chiang_Mai_w_queen_P1011011-3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pekerja dan ratu Apis cerana (ditandai dengan titik merah) dari sarang di dekat Chiang Mai, Thailand
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Hymenoptera
Famili: Apidae
Genus: Apis
Spesies:
A. cerana
Nama binomial
Apis cerana
Fabricius, 1793
Peta yang menunjukkan sebaran Apis cerana
Sebaran Apis cerana

Lebah madu Asia (Apis cerana), atau yang juga dikenal sebagai lebah madu Asiatik atau lebah madu timur, adalah sebuah spesies lebah madu yang berasal dari Asia Timur, Tenggara dan Selatan, dan keduanya berada pada subgenus yang sama dengan lebah madu barat (Eropa), Apis mellifera.[1][2][3][4][5] Spesies ini dikenal hidup secara simpatri bersama dengan Apis koschevnikovi pada lokasi geografis yang sama.[6] Koloni mereka dikenal membangun sarang yang terdiri beberapa sarang madu pada rongga-rongga yang memiliki pintu masuk kecil, kemungkinan sebagai bentuk perlindungan dari penajajahan oleh individu dari sarang lain.[7] Makanan dari lebah madu Asia kebanyakan terdiri dari serbuk sari, nektar dan madu.[8] Lebah ini juga diketahui memiliki perilaku yang sangat sosial, yang merupakan tipikal spesies lebah madu.[4]

Istilah Apis cerana indica, Apis indica[9] atau lebah madu India[10][11] adalah sebuah istilah historis, karena semua lebah sarang Asia sekarang dikenal sebagai Apis cerana.[12]

Referensi

  1. ↑ Srinivasan, M.R. (2004). "Biodiversity of Honeybees". Advances in management of productive insects. Coimbatore: TNAU Publications.
  2. ↑ Engel, M.S. (1999) The taxonomy of recent and fossil honey bees (Hymenoptera: Apidae: Apis). Journal of Hymenoptera Research 8: pp. 165–196.
  3. ↑ Photos of Apis cerana Diarsipkan Februari 26, 2007, di Wayback Machine
  4. 1 2 Oldroyd, Benjamin P.; Wongsiri, Siriwat (2006). Asian Honey Bees (Biology, Conservation, and Human Interactions). Cambridge, Massachusetts and London, England: Harvard University Press. ISBN 0674021940.
  5. ↑ "Reporting diseases". Bee Aware. Diakses tanggal 24 Mei 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Koeniger, N.; Koeniger, G.; Tingek, S.; Kelitu, A. (1996). "Interspecific rearing and acceptance of queens between Apis cerana Fabricius, 1793 and Apis koschevnikovi Buttel-Reepen, 1906". Apidologie. 27 (5): 371–380. doi:10.1051/apido:19960505.
  7. ↑ Nanork, P., et al. "Social parasitism by workers in queenless and queenright Apis cerana colonies." Molecular ecology 16.5 (2007): 1107-1114.
  8. ↑ Haydak, Maykola H. "Honey bee nutrition." Annual Review of Entomology 15.1 (1970): 143-156.
  9. ↑ Kellogg, Claude R. (1941). "Some Characteristics of the Oriental Honeybee, Apis indica F., in China". Journal of Economic Entomology. 34 (5): 717–719. doi:10.1093/jee/34.5.717.
  10. ↑ Barbier, Yvan. "Apis of the world". Atlas Hymenoptera. Diakses tanggal 9 Juli 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ "Factsheet - Apis mellifera (The Honey Bee)". Apis mellifera (The Honey Bee). Diakses tanggal 9 Juli 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ "Apis cerana group". Bees for development. 7 Februari 2018. Diakses tanggal 9 Juli 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan