Senin, 02 November 2026
23:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Le Coq Sportif

Le Coq Sportif

Bagikan:
Le Coq Sportif
250px-Le_coq_sportif_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
JenisAnak perusahaan
IndustriTekstil
Peralatan olahraga
Didirikan1882;144 tahun lalu (1882)
PendiriÉmile Camuset
Kantor pusat,
ProdukPakaian olahraga, pakaian, alas kaki
PendapatanKenaikan €132,2 juta (2019)[1]
IndukAiresis S.A.[2]
Situs weblecoqsportif.com

Le Coq Sportif (pelafalan dalam bahasa Prancis:[ləkɔkspɔʁtif], (terj. har. 'ayam jantan atletis')) adalah sebuah produsen pakaian dan peralatan olahraga asal Prancis yang berbasis di Entzheim. Didirikan pada tahun 1882 oleh Émile Camuset,[3] merek ini pertama kali merilis produk dengan merek dagang ayam jantannya yang kini terkenal pada tahun 1948.[4] Nama dan merek dagang perusahaan ini diambil dari ayam jantan Galia, salah satu simbol nasional Prancis.

Saat ini, Le Coq Sportif merupakan anak perusahaan dari Airesis S.A., sebuah perusahaan investasi yang berbasis di Swiss dengan kepemilikan saham sebesar 69%.[5][6] Rangkaian produk Le Coq Sportif saat ini meliputi pakaian olahraga, pakaian kasual, dan alas kaki.

Sejarah

Perusahaan ini didirikan oleh Émile Camuset pada tahun 1882, yang awalnya bergerak di industri wol sebelum kemudian merambah ke bisnis pakaian olahraga, dengan beberapa sumber menyatakan bahwa putranyalah yang mendorongnya untuk melakukan hal tersebut.[7]

Keluarga Camuset mulai memproduksi pakaian olahraga di pabriknya di Romilly-sur-Seine di Prancis tengah bagian utara, serta merilis katalog pertamanya (yang sebagian besar berisi kaus balap sepeda) pada tahun 1929.[8] Sepuluh tahun kemudian, perusahaan ini meluncurkan pakaian olahraga jenis tracksuit pertama yang pernah ada, yang dikenal sebagai chándal (juga dikenal sebagai "pakaian hari Minggu").[8][9]

Le Coq Sportif mencapai puncak kejayaannya pada tahun 1950-an, dengan kesuksesan besar pertamanya pada tahun 1951 ketika merek ini menandatangani kesepakatan untuk membuat jersey kuning untuk Tour de France. Kaus tersebut telah diperkenalkan pada tahun 1919 tetapi sempat ditolak oleh para pebalap sepeda yang tidak ingin terlalu terlihat oleh saingan mereka. Perusahaan ini menjadi pemasok kaus Louison Bobet saat ia memenangkan tiga Tour berturut-turut dari tahun 1953 hingga 1955.[7][10] Pada tahun-tahun tersebut, LCS juga menandatangani kesepakatan untuk menjadi penyedia kostum resmi bagi tim nasional sepak bola Prancis (mulai tahun 1955)[9] dan tim rugbi Prancis. Perusahaan ini juga menandatangani kesepakatan dengan Komite Olimpiade Prancis sehingga para atlet mengenakan pakaian olahraga LCS pada Olimpiade Musim Panas 1960 di Roma.[9]

Perusahaan ini merancang ulang logonya (bentuk segitiga dengan ayam jantan di dalamnya) dan menempatkannya pada kaus kuning untuk pertama kalinya pada tahun 1966; perusahaan ini menjadi salah satu produsen peralatan olahraga pertama yang membuat logonya terlihat.[butuh rujukan] Pada tahun 1966, Le Coq Sportif menjadi merek olahraga terbesar di Prancis dan pada tahun yang sama perusahaan ini menandatangani kesepakatan dengan Adidas untuk memproduksi produk pakaian tiga garis di Prancis. Ketentuan kontrak menetapkan bahwa Adidas berfokus pada alas kaki sementara LCS mengambil alih produk tekstil.[7]

Pada awal tahun 1970-an, Adidas, yang merasa tidak puas dengan pangsa pasarnya, mulai menjual produk tekstil setelah menyadari bahwa keluarga Camuset telah mendaftarkan simbol tiga garis di Prancis. Hal ini memicu perselisihan hukum antara kedua perusahaan yang hampir menyebabkan kehancuran LCS. Karena Adidas kalah dalam gugatan tersebut, perusahaan tersebut membalas dengan tujuan menyingkirkan perusahaan Prancis itu dari bisnis. Adidas menandatangani kesepakatan sponsor dengan Eddy Merckx, bintang balap sepeda yang sedang naik daun. Langkah cepat itu serta beberapa keputusan buruk dari keluarga Camuset membuat LCS kehilangan sebagian besar pangsa pasar, sehingga Adidas menawarkan untuk membeli perusahaan tersebut yang sekaligus akan mengembalikan kepemilikan simbol tiga garis di Prancis sebagai bagian dari kesepakatan. Tawaran tersebut ditolak oleh Mirielle Camuset –putri Emile– lebih karena alasan pandangan politiknya (karena ia pernah menjadi anggota perlawanan Prancis melawan Jerman selama Perang Dunia II) daripada sudut pandang komersial. Pemerintah Prancis menyadari situasi kritis LCS dan menunjuk pengusaha André Guelfi untuk mengambil alih perusahaan dan menyelamatkannya.[7]

250px-Le_Coq_Sportif%2C_Mercer_Street%2C_London_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Toko Le Coq Sportif di Mercer Street, London, difoto pada tahun 2016

Guelfi bertemu dengan Horst Dassler (yang saat itu memimpin Adidas) dan secara rahasia sepakat bahwa Adidas akan membeli saham pengendali di LCS. Sebagai imbalannya, Dassler akan memberikan bantuan dan dukungan untuk menjadikan LCS sebagai perusahaan besar kembali. Pada tahun 1980-an, dukungan Adidas memungkinkan LCS menjangkau khalayak baru ketika pemain tenis Yannick Noah memenangkan Prancis Terbuka pada tahun 1983 dengan mengenakan pakaian Le Coq Sportif. Logo ayam jantan tersebut juga muncul pada kaus tim Peugeot dan Renault, serta pembalap sepeda Bernard Hinault. Saat Hinault meraih kemenangan di Kejuaraan Dunia, ia mengenakan kaus LCS dan sepatu Adidas.[7]

Wafatnya Dassler pada tahun 1987 menempatkan kedua perusahaan dalam situasi kritis. Setelah diambil alih oleh pengusaha Prancis Bernard Tapie (yang kemudian terlibat skandal pengaturan skor dalam sepak bola Prancis), Le Coq Sportif dijual ke perusahaan Amerika Serikat Brown Shoe, sementara perusahaan Jepang Descente mengambil hak atas LCS untuk mengembangkan lini golf. Pada tahun 1999, perusahaan ini tidak memiliki satu pun pembalap sepeda di antara jajaran atlet yang disponsorinya. Perusahaan kemudian diambil alih oleh pengusaha lain, Oliver Jacques, yang kelak dipenjara atas tuduhan yang melibatkan pemalsuan produk Adidas dan Nike.[7]

Setelah sekian lama mengalami kesulitan keuangan dan skandal, perusahaan ini diluncurkan kembali pada tahun 2005 oleh Robert Louis-Dreyfus (kebetulan merupakan mantan CEO Adidas), melalui sebuah perusahaan investasi Swiss, Airesis. Lokasinya dipindahkan kembali ke rumah asalnya pada tahun 2010 dengan merenovasi pabrik asli di Romilly-sur-Seine, dan proses produksi kini dipusatkan di Prancis. LCS kembali mensponsori tim-tim balap sepeda. Pada tahun 2012, perusahaan ini memulai kembali kemitraannya dengan Tour de France.[10]

2020-an

Pada tanggal 22 November 2024, pemilik mayoritas Airesis menempatkan Le Coq Sportif di bawah pengawasan kurator, dengan tujuan untuk melakukan reorganisasi perusahaan: Le Coq Sportif memproduksi seragam untuk tim Olimpiade dan Paralimpiade Prancis masing-masing pada Olimpiade dan Paralimpiade Musim Panas 2024, tetapi peningkatan publisitas selama ajang tersebut tidak mampu menghentikan kerugian keuangan kuartalan Le Coq Sportif secara berturut-turut. Selain itu, Federasi Rugbi Prancis menggugat Le Coq Sportif pada bulan September 2024, menuntut sebesar €5,3 juta atas biaya sponsor yang belum dibayar. Perusahaan ini juga mengambil dua pinjaman darurat pada tahun 2023 –€12,5 juta dari Pemerintah Prancis, dan €2,9 juta dari Panitia Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Paris 2024.[11]

Referensi

  1. ↑ "Rapport de gestion/Annual Report 2019" [Laporan Tahunan 2019] (PDF). Airesis SA. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 September 2020. Diakses tanggal 3 Maret 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Profil Airesis S.A.
  3. ↑ "superfiction.net/blog". superfiction.net. Diarsipkan dari versi asli pada 24 Juli 2011. Diakses tanggal 16 April 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Vogue Australia Diarsipkan 4 September 2007 di Wayback Machine
  5. ↑ Airesis SA: shareholders di Market Screener
  6. ↑ "Le Coq Sportif". Airesis.
  7. 1 2 3 4 5 6 Return of the roster Diarsipkan 31 Maret 2023 di Wayback Machine oleh Werner Pfister di situs web Soigneur, 7 Desember 2015
  8. 1 2 Historia di situs web LCS
  9. 1 2 3 La historia del gallo oleh Dani Antón di La Jugada Vintage, 19 Januari 2016
  10. 1 2 Le Coq Sportif oleh Nick Chapman di Bikevibe
  11. ↑ Richford, Rhonda (25 November 2024). "French Olympic Uniform Maker Le Coq Sportif Placed in Receivership" [Pembuat Seragam Olimpiade Prancis Le Coq Sportif Ditempatkan di Bawah Pengawasan Kurator]. Women's Wear Daily (dalam bahasa American English). New York City: Fairchild Media. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Desember 2024. Diakses tanggal 14 Desember 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Le Coq Sportif.
Daftar ini berisi perusahaan yang memproduksi/menjual seragam, pakaian, bola, dan aksesoris untuk keperluan olahraga
Aneka olahraga
Olahraga tertentu
Sepak bola
Sepak bola Australia
Bisbol
Basket
Tinju
Kriket
Hoki lapangan
Sepak bola Gridiron
Hoki es
Rugbi
Lari
Ski
Renang
Tenis
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan