Jumat, 23 Oktober 2026
22:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Layang-layang batu

Layang-layang batu

Bagikan:
Layang-layang batu
250px-Hirundo_tahitica_javanica.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
H. javanica
Nama binomial
Hirundo javanica
Gmelin, 1789
Artikel takson sembarang

Layang-layang batu (Hirundo javanica) atau dalam bahasa Inggris dikenal juga sebagai Pacific Swallow adalah spesies burung dalam famili Hirundinidae. Burung ini tersebar luas dari Asia Selatan hingga Asia Tenggara.

Panjang tubuh sekitar 13 cm. Panjang sayap melebihi ekor, sehingga saat menutup kedua sayap saling bersilangan di bawah ekor. Bagian atas berwarna biru gelap dan tenggorokan berwarna merah karat. Layang-layang batu hidup dalam kelompok kecil. Menghuni di sekitar pemukiman penduduk dan lahan pertanian, sering terlihat pada area yang terbuka. Makanan utamanya adalah serangga. Berbeda dengan jenis burung walet yang sepanjang hari dapat menghabisakan waktunya untuk terbang, burung layang-layang batu kerap terlihat bertengger untuk beristirahat. Saat siang hari, sering kali terlihat menyambar air. Burung ini membangun sarang dengan bahan dasar lumpur pada permukaan yang keras seperti tebing dan dinding.

Galeri

  • Pose terbang
    Pose terbang
  • Menyambar air
    Menyambar air
  • Mengumpulkan material sarang
    Mengumpulkan material sarang
  • Bertengger
    Bertengger

Referensi

  1. ↑ "Hirundo tahitica". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2012.1. International Union for Conservation of Nature. 2012. Diakses tanggal 20 September 2012. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan