Minggu, 08 November 2026
14:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Lashio

Lashio

Bagikan:
Lashio
bahasa Shan: ဝဵင်းလႃႈသဵဝ်ႈ
bahasa Burma: လားရှိုးမြို့
Kota
250px-Lashio_sight_IMG_0595.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lashio di Myanmar
Lashio
Lashio
Lokasi di Myanmar
Koordinat: 22°56′N 97°45′E / 22.933°N 97.750°E / 22.933; 97.750
NegaraMyanmar
Negara BagianNegara Bagian Shan
DistrikDistrik Lashio
Kawasan perkotaanKawasan Perkotaan Lashio
Ketinggian2.746 ft (836 m)
Populasi
 (perkiraan 2009)
 • Total131.000
 • Suku bangsaShan Tionghoa Burma.
 • AgamaBuddhisme
Zona waktuUTC+6.30 (MMT)

Lashio (bahasa Burma: လားရှိုးမြို့; MLCTS: la: hrui: mrui.; bahasa Shan:ဝဵင်းလႃႈသဵဝ်ႈ) adalah sebuah kota di Negara Bagian Shan, Myanmar yang terletak 200 kilometer ke arah timur laut dari Mandalay. Kota ini merupakan pusat administrasi Distrik Lashio dan sebelum tahun 2010 menjadi pusat administrasi Negara Bagian Shan Wilayah Utara.

Jumlah penduduk Lashio diperkirakan sebanyak 131.000 jiwa pada tahun 2009, yang terus bertumbuh dari 5.000 jiwa pada 1960 dan 88.590 jiwa pada 1983.[1] Penduduk Lashio didominasi oleh etnis Shan, Tionghoa, dan Burma.

Sejarah

Sebelum dikuasai oleh kolonial Inggris, Lashio merupakan pusat pemerintahan negara-negara Shan bagian utara. Kawasan Lembah Lashio pernah menjadi kawasan yang ramai akan penduduk, tetapi pemberontakan yang dimulai oleh sawbwa dari Hsenwi yang terjadi 10 tahun sebelum penguasaan Inggris telah menghancurkannya.[2]

Pada tahun 1900, di kota Lashio terdapat kawasan permukiman Eropa, kantor polisi militer, markas polisi militer batalion Lashio, dan kawasan permukiman lokal dengan kaum-kaum Shan, Burma, Hindu, dan Muslim memiliki kawasan masing-masing, serta sebuah bazar.[2]

Lashio memiliki posisi strategis dalam Perang Tiongkok-Jepang dan Perang Dunia II sebagai perhentian akhir dari Jalan Raya Burma di wilayah Burma. Pada masa ini, Lashio diduduki oleh Jepang pada 29 April 1942 dan diambil alih kembali oleh Sekutu pada 7 Maret 1945.[3]

Dalam Perang Saudara Myanmar, khususnya Operasi 1027, Lashio dikepung oleh Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang dan sejumlah pasukan pemberontak lainnya yang mengambil alih kota-kota di sekitar Lashio. Banyak warga lokal di sekitar kota ini yang mengungsi ke Lashio. Setelah gencatan senjata yang menandai tamatnya operasi, MNDAA dan sekutu-sekutunya melancarkan serangan untuk menduduki Lashio dengan puncaknya pada Pertempuran Lashio yang dimenangkan oleh pasukan pemberontak.[4]

Geografi

Lashio terletak di kawasan perbukitan. Dalam hal iklim, Lashio memiliki iklim subtropis basah dengan klasifikasi iklim Köppen Cwa, walaupun terletak di dekat wilayah iklim sabana tropis (Aw) yang dicirikan oleh presipitasi tinggi sejak bulan Mei hingga Oktober. Rerata presipitasi tahunan adalah 1.400 mm, sedangkan untuk suhu udara, rerata maksimumnya adalah 27 °C dan rerata minimumnya adalah 13 °C.[5] Suhu udara pada umumnya hangat sepanjang tahun, dengan suhu udara malam hari yang sejuk pada Desember hingga Maret.

Objek penting

Referensi

  1. ↑ "Population of Lashio, Myanmar". Population.mongabay.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-10-12. Diakses tanggal 2024-12-27.
  2. 1 2 Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Lashio". Encyclopædia Britannica. Vol. 16 (edisi ke-11). Cambridge University Press. hlm. 233.
  3. ↑ "Troops patrol Myanmar city after violence, Muslims hide". Reuters (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-12-27.
  4. ↑ "Myanmar's MNDAA Launches Offensive to Seize Northern Shan Capital". The Irrawaddy (dalam bahasa American English). 2024-07-03. Diakses tanggal 2024-12-27.
  5. ↑ "Maps, Weather, and Airports for Lashio, Burma". www.fallingrain.com. Diakses tanggal 2024-12-27.

Pranala luar

  • Media terkait Lashio di Wikimedia Commons
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan