Sabtu, 24 Oktober 2026
00:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Landak jambul

Landak jambul

Spesies mamalia

Bagikan:
Landak jambul
Crested porcupine
Lüneburg Heath Wildlife Park, Lower Saxony, Jerman
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Rodentia
Famili: Hystricidae
Genus: Hystrix
Spesies:
H. cristata
Nama binomial
Hystrix cristata
250px-Hystrix_cristata_distribution_map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
     range

Landak jambul[2] (Hystrix cristata), atau yang juga dikenal sebagai landak jambul afrika, adalah sebuah spesies hewan pengerat dalam famili Hystricidae yang berasal dari Italia, Afrika Utara, Afrika Barat, Afrika Tengah, dan Afrika Timur.[3] Bersamaan dengan landak tanjung, spesies ini menjadi jenis landak terbesar di dunia. Spesies ini menjadi satu-satunya jenis landak yang ditemukan di Eropa.

Deskripsi

Landak jambul dewasa memiliki panjang kepala-tubuh rata-rata 60 hingga 83 cm (24 hingga 33 in) tanpa ekornya, dan berbobot dari 13 hingga 27 kg (29 hingga 60 pon). Spesies ini adalah salah satu jenis landak terbesar di dunia.[4]

250px-African_crested_Porcupine_-Hystrix_cristata-.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seekor landak jambul di penangkaran

Hampir keseluruhan tubuhnya tertutupi oleh duri-duri kasar yang berwarna cokelat gelap atau hitam. Durinya menutupi belakang kepala, tengkuk, dan punggungnya, yang dapat diangkat menjadi sebuah jambul. Beberapa duri yang lebih kokoh memiliki panjang sekitar 35 cm (14 in), dan membentang di sepanjang sisi dan separuh belakang tubuhnya. Duri-duri yang lebih kokoh ini sebagian besar digunakan sebagai perlindungan diri, dan umumnya ditandai dengan garis-garis gelap dan terang yang berselang-seling; duri-duri ini tidak menempel dengan kokoh pada tubuh landak jambul. Landak ini memiliki ekor pendek dengan duri derik di ujungnya. Duri derik ini melebar di ujung terminalnya, dengan ujung lebar yang berongga dengan dinding tipis. Ketika digetarkan, duri-duri ini menghasilkan derik mirip desisan, seperti ular derik. Kaki depan landak jambul memiliki empat jari bercakar dan berkembang dengan ibu jari yang mundur. Kaki belakangnya berjari lima. Telinganya eksternal, sementara kedua mata dan telinganya sangat kecil dengan vibrisa yang panjang di kepalanya. Tengkoraknya memiliki banyak ciri khas: pertama, foramen infraorbitalnya sangat besar, sehingga beberapa bagian otot maseter dapat memanjang melaluinya dan menempel dari permukaan sisi frontal moncong; kedua, prosesus angularnya terinfleksi pada rahang bawahnya, dan ketiga, rongga hidungnya besar. Kantung-kantung udara besar memberi tempat penjangkaran bagi otot pengunyah. Selangkanya sangat mengecil, dan hanya terdapat satu gigi seri, satu premolar, dan tiga molar yang hadir pada tiap kuadran.[5]

Referensi

  1. ↑ Amori, G. & De Smet, K. (2016). "Hystrix cristata". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T10746A22232484. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-2.RLTS.T10746A22232484.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ radarkuningan.com. "8 Binatang Ini Bisa Membunuh Harimau, Tak Menyangka, Salah Satunya Biasa Jadi Mangsa". radarkuningan.com. Diakses tanggal 2026-09-01.
  3. ↑ Wilson, D. E.; Reeder, D. M., ed. (2005). "Species Hystrix (Hystrix) cristata". Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3rd). Johns Hopkins University Press. hlm. 1543. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494.
  4. ↑ van Aarde, Rudi (1984). Macdonald, D. (ed.). The Encyclopedia of Mammals. New York: Facts on File. hlm. 704–705. ISBN 978-0-87196-871-5.
  5. ↑ McPhee, M. (2003). "Hystrix cristata". Animal Diversity Web.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan