Sabtu, 24 Oktober 2026
03:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Misai

Misai

Bagikan:
250px-Cat_whiskers_closeup.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Misai kucing

Misai atau vibrisa[1] adalah jenis rambut kaku sensitif yang digunakan pada banyak mamalia untuk mengindra lingkungan disekitarnya.[2] Rambut-rambut semacam ini sangat terspesialisasi untuk tujuan ini, sementara rambut lainnya yang lebih kasar berfungsi sebagai sensor taktil. Meski misasi lebih khususnya merujuk kepada rambut-rambut yang tumbuh disekitar muka, vibrisa diketahui dapat ditemukan tumbuh dalam kelompok pada berbagai tempat di tubuh hewan. Kebanyakan mamalia memilikinya, termasuk semua primata non-manusia,[3] terkhususnya hewan nokturnal.

Vibrisa membantu hewan bernavigasi, bergerak, berburu, dan melaksanakan aktivitas-aktivitas lainnya.[4]

Referensi

  1. ↑ Glosarium Biologi Tahun 2008 (PDF). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. 2008. hlm. 584.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Feldhamer, George A.; Drickamer, Lee C.; Vessey, Stephen H.; Merritt, Joseph H.; Krajewski, Carey (2007). Mammalogy: Adaptation, Diversity, Ecology (Edisi 3). Baltimore: Johns Hopkins University Press. hlm. 99. ISBN 978-0-8018-8695-9. OCLC 124031907.
  3. ↑ Van Horn, R.N. (1970). "Vibrissae Structure in the Rhesus Monkey". Folia Primatol. 13 (4): 241–285. doi:10.1159/000155325. PMID 5499675.
  4. ↑ Grant, Robyn A.; Breakell, Vicki; Prescott, Tony J. (13 Juni 2018). "Whisker touch sensing guides locomotion in small, quadrupedal mammals". Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences. 285 (1880): 20180592. doi:10.1098/rspb.2018.0592. PMC 6015872. PMID 29899069.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan