Selasa, 13 Oktober 2026
07:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Landak raya

Landak raya

Bagikan:
Landak raya
250px-Hystrix_brachyura%2C_Malayan_porcupine.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Landak raya di Taman Nasional Kaeng Krachan
250px-Hystrix_brachyura_-_Kunming_Natural_History_Museum_of_Zoology_-_DSC02466.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Spesimen di Kunming Natural History Museum of Zoology, Kunming, Yunnan, Tiongkok
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Rodentia
Famili: Hystricidae
Genus: Hystrix
Subgenus: Acanthion
Spesies:
H. brachyura
Nama binomial
Hystrix brachyura
Subspesies

H. b. brachyura
H. b. subcristata
H. b. hodgsoni
†H. b. punungensis[2]
H. b. yunnanensis Anderson, 1878
H. b. bengalensis Blyth, 1851[3]

250px-Hystrix_brachyura_distribution_map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Landak raya[4] atau landak malaya[4] (Hystrix brachyura) adalah sebuah spesies hewan pengerat dalam famili Hystricidae.[5] Tiga subspesies dapat ditemukan di Asia Tenggara dan Selatan.

Deskripsi

Landak raya merupakan hewan pengerat besar dengan duri, yang sejatinya merupakan rambut modifikasi.[6] Duri-duri di punggungnya hitam dengan garis-garis putih atau kuning. Duri lembut pada landak muda perlahan mengeras seiring mencapai kedewasaan. Landak ini memiliki kaki yang pendek dan kuat, yang tertutup oleh rambut cokelat. Terdapat empat jari di kaki depannya, dan lima jari pada kaki belakangnya; keempat kakinya memiliki telapak halus. Panjang kepala-tubuhnya berkisar antara 56-74 cm, dengan ekor antara 6-11 cm. Bobotnya sekitar 10–18kg.[7]

250px-Deadly_quills_%2823816312313%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Duri-duri landak raya

Referensi

  1. ↑ Lunde, D.; Aplin, K. & Molur, S. (2017) [errata version of 2016 assessment]. "Hystrix brachyura". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T10749A115099298. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T10749A22232129.en. Diakses tanggal 3 November 2020.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Weers, D.J. van. (2003) The porcupine Hystrix (Acanthion) brachyura punungensis subsp. nov. from Late Pleistocene fissure deposits near Punung, Java. Scripta Geologica, 126: 217-225 PDF
  3. ↑ Van Weers, D.J. (2005). "A taxonomic revision of the Pleistocene Hystrix (Hystricidae, Rodentia) from Eurasia with notes on the evolution of the family". Contributions to Zoology. 74 (3/4). Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-06. Diakses tanggal 2009-01-14.
  4. 1 2 News, Rekoforest (2020-03-24). "Hidupan Liar RER: Landak Malaya". Diakses tanggal 2026-09-01.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik
  5. ↑ Woods, C.A.; Kilpatrick, C.W. (2005). "Infraorder Hystricognathi". Dalam Wilson, D.E.; Reeder, D.M (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3rd). Johns Hopkins University Press. hlm. 1538–1600. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494.
  6. ↑ Parr, J. W.K. (2003). East Asian Porcupine Hystrix brachyura: From Systematic, A Guide to the Large Mammals of Thailand (144). Bangkok: Sarakadee Press
  7. ↑ Smith, Andrew; Xie, Yan (2010). A Guide to the Mammals of China. Princeton University Press. hlm. 165.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan