Sabtu, 17 Oktober 2026
16:38 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Hiu porbeagle

Hiu porbeagle

Bagikan:
Hiu porbeagle
Rentang waktu: Upper miocene 11.608–0 jtyl
Side view of a gray torpedo-shaped shark with a pointed snout and a crescent-shaped tail
CITES Apendiks II (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Chondrichthyes
Subkelas: Elasmobranchii
Subdivisi: Selachimorpha
Ordo: Lamniformes
Genus: Lamna
Spesies:
L. nasus
Nama binomial
Lamna nasus
(Bonnaterre, 1788)
World map with dark blue coloring in the northern Atlantic Ocean, around southern South America, east of South Africa, and around southern Australia and New Zealand, and light blue coloring along the southeastern U.S. coast and in a global band around the Southern Hemisphere
     Sebaran terkonfirmasi     Sebaran dugaan
Sinonim

Lamna philippii Perez Canto, 1886
Lamna punctata Storer, 1839
Lamna whitleyi Phillipps, 1935
Oxyrhina daekayi Gill, 1861
Selanonius walkeri Fleming, 1828
Squalus cornubicus Gmelin, 1789
Squalus cornubiensis Pennant, 1812
Squalus monensis Shaw, 1804
Squalus nasus Bonnaterre, 1788
Squalus pennanti Walbaum, 1792
Squalus selanonus Leach, 1818

Porbeagle atau hiu perbeagle (Lamna nasus) adalah sebuah spesies hiu makerel dalam famili Lamnidae, tersebar secara luas di perairan-perairan laut iklim dingin dan sedang di Atlantik Utara dan Belahan Bumi selatan. Di Pasifik Utara, peran ekologisnya diisi oleh hiu salmon yang berkerabat dekat (L. ditropis). Umumnya hiu ini mencapai panjang 2,5 m (8,2 ft) dan berat 135 kg (298 pon); porbeagle di Atlantik Utara tumbuh lebih besar dari pada populasi belahan Bumi selatan, serta memiliki warna dan aspek-aspek pertumbuhan yang berbeda. Kelabu di punggung dan putih di perut, porbeagle memiliki sisi tengah yang bayak, yang melancip ke moncong yang panjang dan runcing dan dasar ekor yang ramping. Hiu ini memiliki sirip pektoral dan sirip dorsal pertama yang besar, serta sirip anal, sirip dorsal kedua dan sirip ventral yang kecil. Hiu ini juga memiliki sirip kaudal berbentuk sabit. Ciri yang paling menonjol dari porbeagle adalah giginya yang memiliki tiga puncak runcing, corak putih di buritan dasar sirip dorsal pertama mereka, dan dua pasang lunas lateral di ekornya.

Referensi

  1. ↑ Rigby, C.L.; Barreto, R.; Carlson, J.; Fernando, D.; Fordham, S.; Francis, M.P.; Herman, K.; Jabado, R.W.; Liu, K.M.; Marshall, A.; Pacoureau, N.; Romanov, E.; Sherley, R.B.; Winker, H. (2019). "Lamna nasus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2019 e.T11200A500969. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-3.RLTS.T11200A500969.en. Diakses tanggal 12 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. ↑ "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 2022-01-14.
Spesies hiu makarel yang masih hidup
Alopiidae
Alopias
Cetorhinidae
Cetorhinus
Lamnidae
Carcharodon
Isurus
Lamna
Megachasmidae
Megachasma
Mitsukurinidae
Mitsukurina
Odontaspididae
Carcharias
Odontaspis
Pseudocarchariidae
Pseudocarcharias
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan