Kamis, 29 Oktober 2026
03:41 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Laleh Osmany

Aktivis Afganistan

Bagikan:
Infobox orangLaleh Osmany
Biografi
Kelahiran1992 Suntingan nilai di Wikidata (33/34 tahun)
Data pribadi
PendidikanHerat University (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanaktivis Suntingan nilai di Wikidata
Penghargaan
X: laleh_osmany Modifica els identificadors a Wikidata

Laleh Osmany (lahir 1992) merupakan aktivis hak-hak perempuan asal Afganistan. Ia mengampanyekan #WhereIsMyName yang menuntut penyebutan nama perempuan dalam berbagai dokumen resmi negara. Atas perjuangannya, ia disebut sebagai salah satu perempuan dalam daftar 100 Women (BBC) 2020. Setelah berjuang selama tiga tahun, pemerintah Afganistan pada 2020 akhirnya mengizinkan nama ibu disebutkan dalam akta lahir dan kartu identitas anak.

Afganistan dikenal sebagai negara dengan budaya patriarki yang kuat. Salah satu bentuknya adalah larangan tidak tertulis untuk menyebutkan nama perempuan di berbagai kepentingan, antara lain nama ibu dalam akta lahir anak, nama pengantin perempuan dalam undangan pernikahan, nama pasien dalam resep dokter, hingga nama perempuan dalam surat kematian dan batu nisan.[1] Budaya tidak menyebutkan nama perempuan di publik atau orang-orang di luar keluarga sudah sangat mengakar di Afganistan. Masyarakat pada umumnya hanya menyebutkan status perempuan dalam keluarga saat harus berinteraksi, seperti ibu, istri, saudara perempuan, dan anak perempuan, bukan nama mereka. Perempuan juga sangat dilarang menyebutkan nama asli mereka kepada orang asing.[2]

Biografi

Osmany lahir pada 1992 dan menyelesaikan pendidikan sarjana dalam bidang hukum Islam di Universitas Herat.[3] Bersama dengan Tahmineh Rashiq,[4] ia memulai gerakan #WhereIsMyName di media sosial.[5] Perjuangan Osmany bersama rekan-rekannya atas pengakuan identitas perempuan di ruang publik ini mendapatkan perlawanan dari pihak Taliban.[2] Belum diketahui bagaimana nasib Osmany dan gerakannya sejak sejak kejatuhan Afganistan ke tangan Taliban pada pertengahan Agustus 2021.

Referensi

  1. ↑ "BBC 100 Women 2020: Who is on the list this year?". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2020-11-23. Diakses tanggal 2021-09-03.
  2. 1 2 Karimi, Orooj Hakimi, Storay (2020-09-27). "In the name of the mother: Afghan woman wins recognition, sparks Taliban opposition". Reuters (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-09-04.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. ↑ "Herat University". Wikipedia (dalam bahasa Inggris). 2022-01-15.
  4. ↑ "Where Is My Name? Afghan Women Campaign To Reclaim Their Identities". RFE/RL (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-03-17.
  5. ↑ Salahuddin, Sayed (2021-09-07). "In a rare victory for Afghan women, Kabul to include mothers' name on IDs".


Flag of AfganistanBiography icon

Artikel bertopik biografi Afganistan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan