Kamis, 29 Oktober 2026
11:21 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Laila Majenun

Laila Majenun

film Indonesia tahun 1975

Bagikan:
Laila Majenun
250px-Laila_Majenun_%281975%3B_obverse%3B_wiki%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
SutradaraSjuman Djaja
ProduserSjuman Djaja
Ditulis olehSjuman Djaja
Pemeran
Penata musikGod Bless
Distributor
  • PT. Matari Film
  • PT. Artis Jaya Film
Durasi95 menit
NegaraIndonesia
Penghargaan
Festival Film Indonesia 1976

Laila Majenun adalah film Indonesia yang diproduksi pada tahun 1975. Film ini disutradarai oleh Sjuman Djaja dan dibintangi oleh Achmad Albar dan Parto Tegal.

Film ini diinspirasi oleh karya Shakespeare, Romeo dan Juliet serta film berjenis "West Side Story"[1]

Sinopsis

Film dibuka dengan narasi sutradara yang menyampaikan cerita kepada seorang anak kecil tentang pembangunan kota Jakarta yang secara tidak langsung memisahkan satu kampung menjadi dua kelompok gank yang bertentangan.

Kelompok pertama, kelompok anak gedongan, dipimpin oleh Anton sedangkan kelompok kedua dipimpin oleh Mahmud.

Maulana, anak desa yang ditampung oleh Anton, jatuh cinta pada Laila (yang adalah adik Mahmud). Majid yang merasa mencintai Laila terlebih dahulu, menjadi marah. Pada akhirnya, Anton terbunuh oleh Mahmud dan Mahmud sendiri terbunuh oleh Maulana, yang spontan membalas ketika melihat Anton terbunuh.

Pemeran

Lagu tema

Lagu tema berjudul "Huma di Atas Bukit" ciptaan Donny Fattah dan Sjuman Djaja dibawakan oleh group rock God Bless yang terdapat di album perdananya, God Bless (1975).

Referensi

  1. ↑ "Laila Majenun". 1976-09-26. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-22. Diakses tanggal 2011-10-21.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)

Pranala luar

Sutradara
Produser
Penulis naskah


Ikon rintisan

Artikel bertopik film Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan