Sabtu, 10 Oktober 2026
09:23 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

La Palliweng

Bagikan:

La Palliweng atau Aroeng Palewang Abdoel Rahim bin Hasan عبد الرحيم ابن حسن راج نكري نكاتن, adalah Raja Pagatan III dan Raja Kusan yang memerintah pada tahun 1838-1855 M di Kerajaan Pagatan. Ia menjadi raja menggantikan kedudukan saudaranya, La Palebbi yang hanya memerintah selama 8 tahun (1830-1838 M).[1][2][3][4]

Di akhir pemerintahannya, tampuk pemerintahan diserahkan kepada La Mattunru (Arung Abdurrahim) (1855-1863)[2]

Keluarga

Berikut adalah keluarga terdekatnya:[5]

Referensi

  1. ↑ Landsdrukkerij, Landsdrukkerij (1851). Almanak en NaamRegisteer van Nederlandsch-Indië voor 1851 (dalam bahasa Belanda). Vol. 24. Batavia: Ter Lands-Drukkerij. hlm. 94.
  2. 1 2 Fokus Batulicin (admin) (22 Marret 2011). "Mengupas Asal Muasal Bugis Pagatan". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-01-03. Diakses tanggal 2015-02-06.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan); Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ Pagatan.com (admin) (Desember 2014). "Asal Muasal Bugis Pagatan Tanah Bumbu". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-09. Diakses tanggal 2015-02-06.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan); Tautan eksternal dalam |author=
  4. ↑ Teh Gallop, Annabel (2002). "Malay Seal Inscriptions: A Study in Islamic Epigraphy from Southeast Asia" (dalam bahasa Inggris). 3. University of London: 460.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=; Parameter tidak dikenal |authorlinks= diabaikan
  5. ↑ M. Mansyur (2012). "Bab III - Jaringan Diaspora Bugis dan Dinamika Kerajaan Bugis Pagatan Tahun 1842-1900" (PDF).
  6. ↑ Rodovid.org. "I Walena Petta Coa".
Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan