Rabu, 23 September 2026
11:02 WIB
TERKINI
Berita Terkuak: Modus Dua Pria Raup Jutaan dari Konten Mesum 'A Day in My Life' Berita Fenomena Bau Tak Sedap Malam Hari di Transjakarta Koridor 8 Jadi Sorotan Berita Bupati Boltara Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Proyek Jalan Disorot Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Berita Terkuak: Modus Dua Pria Raup Jutaan dari Konten Mesum 'A Day in My Life' Berita Fenomena Bau Tak Sedap Malam Hari di Transjakarta Koridor 8 Jadi Sorotan Berita Bupati Boltara Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Proyek Jalan Disorot Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis

LDPC

Dalam teori kode, kode low-density parity-check (LDPC) adalah kode pengoreksi error linear yang digunakan untuk menjaga keorisinalan data yang dikirim melalui kanal transmisi berderau.[1][2] Pada dasarnya kode ini dibuat memakai kaidah graf tersebar.[3] Kode LDPC dikenal memiliki kemampuan mengoreksi error mendekati batas Shannon (batas maksimum pengoreksi error secara teoretis) untuk kanal simetris tanpa memori. Batas deraunya dapat dibuat memiliki batas atas mendekati nilai probabilitas dari hilangnya informasi sekecil-kecilnya. Dengan menggunakan teknik propagasi kepercayaan secara berulang, kode LDPC dapat diawasandi atau diurai kembali dalam rentang waktu linear terhadap panjang bloknya.

Kode LDPC cukup populer pemakaiannya pada aplikasi-aplikasi yang membutuhkan kehandalan dan efisiensi tinggi untuk mengirimkan informasi, terutama jika informasi tersebut dikirimkan melalui kanal berderau tinggi. Implementasi kode LDPC terbilang cukup terlambat dibanding kode pengoreksi lainnya karena membutuhkan spesifikasi perangkat keras yang cukup tinggi. Begitu perkembangan kemampuan perangkat keras cukup semakin berkembang, LDPC menjadi memungkinkan untuk diimplementasikan.

Kode LDPC juga dikenal sebagai kode Gallager, sebagai bentuk penghargaan kepada Robert G. Gallager yang telah mengembangkan konsep LDPC pada program disertasi doktoralnya di Massachusetts Institute of Technology pada 1960.[4]

Catatan kaki

  1. David J.C. MacKay (2003) Information theory, Inference and Learning Algorithms, CUP, ISBN 0-521-64298-1, (also available online)
  2. Todd K. Moon (2005) Error Correction Coding, Mathematical Methods and Algorithms. Wiley, ISBN 0-471-64800-0 (Includes code)
  3. Amin Shokrollahi (2003) LDPC Codes: An Introduction
  4. Larry Hardesty (Januari 21, 2010). "Explained: Gallager codes". MIT News. Diakses tanggal Agustus 7, 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan