Kamis, 29 Oktober 2026
01:32 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Louis Martin Robert Rutten

Bagikan:

Louis Martin Robert Rutten (4 Juni 1884 – 11 Februari 1946) adalah geolog Belanda. Dalam paruh pertama abad ke-20, ia memetakan pulau-pulau di Hindia Belanda, Kuba, Cordilleras Béticas, dan Antillen Belanda.

Louis Rutten belajar geologi di Universitas Utrecht dan murid Carl Ernst Arthur Wichmann. Ia menulis tesis di bidang paleontologi pada tahun 1909. Segera setelah itu, ia menikah dengan Johanna Catharina Pekelharing, yang menemani dan membantunya dalam perjalanan lintas lautannya. Dari pernikahan itu, lahirlah Martin Gerard Rutten, seorang geolog dan biolog.

Setelah menyelesaikan studinya, ia bekerja di Bataafsche Petroleum Maatschappij, pendahulu Royal Dutch Shell, yang untuk itu ia dikirim ke Kalimantan untuk mencari minyak bumi. Selama inilah, ia bisa memimpin ekspedisi ilmiah ke Pulau Seram antara tahun 1917-1919. Kariernya di BPM membawanya ke berbagai tempat di Argentina, Kuba, Meksiko dan Peru.

Pada tahun 1921, ia menggantikan dosennya C.E.A. Wichmann sebagai profesor geologi, paleontologi dan kristalografi di Universitas Utrecht. Karena pekerjaannya di bidang eksplorasi, ia sering mengajak mahasiswanya ikut ekspedisi ke seberang lautan. Pada tahun 1930, ia memimpin ekspedisi di Antillen Belanda, pada tahun 1933 dan 1938 ke Kuba. Ia mengarang berbagai tulisan tentang geologi di Hindia Belanda juga Hindia Barat.

Sumber

  • P. Wagenaar Hummelinck, 1946: in Memoriam: Prof. L. Rutten en twee van zijner leerlingen
  • P. Marks, 1979: Honderd jaar geologisch onderwijs aan de Rijksuniversiteit Utrecht
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan