Jumat, 30 Oktober 2026
02:55 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Martin Gerard Rutten

ahli biologi asal Kerajaan Belanda

Bagikan:

Martin Gerard Rutten (22 Oktober 1910 – 13 Oktober 1970) ialah seorang geolog dan biolog berkebangsaan Belanda.

Martin Rutten adalah putera dari Louis Martin Robert Rutten, dan sebagai mahasiswa, ia diajar oleh ayahnya sendiri. Sebagai mahasiswa, ia ikut serta dalam ekspedisi ke Antillen Belanda (1930) dan Kuba (1933) yang diorganisasi oleh ayahnya sendiri. Di samping geologi, ia juga mempelajari spesies burung yang hidup di tempat itu, yang menjadi minatnya. Ia dipromosikan sebagai doktor pada tahun 1936 atas disertasinya tentang geologi Kuba. Kemudian ia ikut bertugas di Bataafsche Petroleum Maatschappij, sehingga ia dikirim ke Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Sejak tahun 1940 ia tinggal di Belanda, dan semasa Perang Dunia II ia bekerja di pertambangan negara di Limburg.

Antara tahun 1946-1951, ia menjadi profesor stratigrafi dan paleontologi di Universitas Amsterdam, dari tahun 1951, ia pindah ke Universitas Utrecht untuk mengisi jabatan ayahnya "geologi umum". Ia menyelenggarakan penelitian paleontologi atas foraminifera, dan juga masalah umum sepanjang sisa hidupnya. Bersama dengan J. Veldkamp dan RW. van Bemmelen, ia memulai penelitian paleomagnetisme di Belanda, dan kemudian di Islandia, di mana ia memulai serangkaian penelitian lapangan.

Sumber

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan