Kamis, 08 Oktober 2026
15:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Kutukan

Kutukan

Bagikan:
250px-A_woman_makes_a_cursing_ritual_ceremony.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang wanita melakukan ritual kutukan (Hokusai)

Kutukan (juga disebut nasib sial, guna-guna atau rasa benci) adalah sebuah keinginan yang mengeskpresikan beberapa bentuk kesengsaraan atau kemalangan yang akan menimpa atau jatuh ke beberapa entitas lain (orang, tempat, atau benda). Secara khusus, "kutukan" mungkin merujuk pada keinginan yang merugikan atau rasa sakit yang akan ditimbulkan oleh kekuatan supernatural, seperti mantra, laknat, teluh, kebencian, sihir, santet, dewa atau dewi, kekuatan alam, atau roh. Dalam banyak sistem kepercayaan, kutukan itu sendiri (atau ritual yang menyertainya) dianggap memiliki beberapa kekuatan hasil penyebab. Untuk membalikkan atau menghilangkan kutukan disebut penghapusan, pematahan, atau penghancuran, dan sering diyakini juga memerlukan ritual rumit atau doa.[1]

Bentuk

Banyak studi yang mengatakan bahwa kutukan merupakan bagian dari studi mengenai agama tradisional dan cerita rakyat. Oleh karena itu, kutukan sering kali dianggap sebagai bagian dari praktik sihir. Dalam budaya Hindu, orang bijak atau Rishi mengatakan bahwa kutukan dapat memiliki kekuatan untuk memberkati (Āshirvada atau Vara) dan mengutuk (Shaapa). Misalnya kutukan yang ditaruh/dijatuhkan oleh Rishi Bhrigu kepada Raja Nahusha.[2] Kutukan sering kali disebut dengan nama-nama khusus dalam berbagai budaya:

  • Hoodoo Afrika-Amerika menyajikan kepada kita tentang kutukan dan kondisi yang disilangkan, serta suatu bentuk sihir jalur kaki yang digunakan oleh Ramandeep, di mana benda-benda terkutuk diletakkan di jalur korban dan aktif ketika dilewati.
  • Dalam budaya Timur Tengah dan Mediterania sumber kepercayaan pada mata jahat (evil eye) di mana merupakan hasil dari iri hati atau tak jarang juga disebut sebagai hasil dari kutukan. Agar terlindung dari mata jahat, benda pelindung tersebut harus terbuat dari kaca bulat berwarna biru tua dengan lingkaran putih di bagian tengah, di mana merepresentasikan seperti mata manusia.
  • Tradisi Jerman, termasuk orang Belanda di Pennysylvania, menyebut kata hexing (dari kata hexen, kata dalam Bahasa German yang berarti ilmu sihir) dan hex yang umum ditaruh pada masa lalu oleh penyihir kandang yang menyebabkan susu sapi mengering dan kuda lumpuh.
250px-1170_-_Keramikos_Museum%2C_Athens_-_Curse_inscription_-_Photo_by_Giovanni_Dall%27Orto%2C_Nov_12_2009.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kutukan Yunani Kuno yang ditulis pada selebaran, abad ke-4 SM, Museum Arkeologi Kerameikos, Athens.

Referensi

  1. ↑ Chauran, Alexandra (2013). Have You Been Hexed? Recognizing and Breaking Curses. Llewellyn Worldwide. ISBN 0-7387-3620-1.
  2. ↑ The Mahabharata, Book 13 of 18: Anusasana Parva. Forgotten Books. p. 408. ISBN 978-1-60506-623-3. Retrieved 4 September 2012.

Baca Lebih Lanjut

  • Chauran, Alexandra (2013).Have You Been Hexed? Recognizing and Breaking Curses. Llewellyn Worldwide.ISBN 0-7387-3620-1. 
  • The Random House Dictionary, copyright 2009 by Random House, Inc.
  • Curse tablets and Binding Spells from the Ancient World by John G. Gager ISBN 0-19-506226-4
  • Maledicta: The International Journal of Verbal Aggression ISSN US 0363-3659
  • Supernatural Hawaii by Margaret Stone. Copyright 1979 by Aloha Graphics and Sales. ISBN 0-941351-03-3
  • The Secret Obake Casebook Tales from the Darkside of the Cabinet by Glen Grant. Copyright 1997 by Glen Grant. ISBN 1-56647-183-4

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan