Minggu, 18 Oktober 2026
23:35 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Kurt Georg Kiesinger

Kurt Georg Kiesinger

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Kurt Georg Kiesinger" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Kurt Georg Kiesinger
Kurt_Georg_Kiesinger_%28N%C3%BCrburgring%2C_1969%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Kanselir Jerman
Masa jabatan
1 Desember 1966 –21 Oktober 1969
PresidenHeinrich Lubke Gustav Heinemann
PendahuluLudwig Erhard
PenggantiWilly Brandt
Informasi pribadi
Lahir(1904-04-06)6 April 1904
Meninggal9 Maret 1988(1988-03-09) (umur 83)
Partai politikCDU, 1933-45
Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei

Kurt Georg Kiesinger (6 April 1904 – 9 Maret 1988) adalah seorang politikus konservatif Jerman dan Kanselir Jerman Barat pada periode 1 Desember 1966 hingga 21 Oktober 1969. Koalisi besarnya " membawa Partai Sosial Demokrat ke dalam pemerintahan untuk pertama kali sejak 1930.

Latar Belakang

Kiesinger dilahirkan di Ebingen, Jerman, belajar di Berlin dan menjadi pengacara. Ia bergabung dengan Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei pada 1933. Dari 1940, Kiesinger bekerja di departmen propaganda radio, Departemen Luar Negeri Jerman, dan bertanggung jawab atas hubungan departemen itu dengan Departemen Propaganda. Setelah perang, ia ditahan dan mendekam selama beberapa bulan di kamp Ludwigsburg dan kemudian dibebaskan oleh pengadilan denazifikasi. Dia dibebaskan berdasarkan protokol RSHA yang mencatat bahwa ia telah menghalangi dan menghindarkan tindakan-tindakan anti-Yahudi di departemennya. Perang Dingin

Persaingan terbuka namun terbatas yang berkembang setelah Perang Dunia II antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dan sekutunya masing masing. Perang Dingin diluncurkan dibilang politik,ekonomi dan propaganda dan hanya menggunakan senjata secara terbatas. Istilah pertama kalinya dipakai oleh penulis Inggris George Orwell dalam sebuah artikel yang diterbitkan tahun 1945 yang merujuk pada predikat kebutuhan nuklir antara 2 atau 3 negara adiknya yang mengerikan, yang dapat memudahkan jutaan orang dalam hitungan detik. Istilah ini pertama kalinya digunakan di Amerika Serikat oleh pemodal Amerika dan penasehat presiden Bernard Baruch dalam pidatonya di Gedung Negara di Columbia, Caroluna Selatan,pada tahun 1947.

Perjuangan Antar Negara Adidaya

Perang dingin mencapai puncaknya pada tahun 1948-1953. Pada periode ini, Uni Soviet gagal memblokade sektor sektor yang dikuasai Barat di Berlin Barat (1948-1949); Amerika Serikat dan sekutu sekutunya di Eropa membentuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), sebuah komando militer terpadu untuk melawan kehadiran Soviet di Eropa (1949); Soviet meletakkan Hulu ledakan atom pertama mereka, sehingga mengakhiri monopoli Amerika atas bom atom; komunis Tiongkok berkuasa di daratan Tiongkok; dan pemerintah Komunis Korea Utara yang didukung Soviet menghindari Korea Selatan yang didukung AS pada tahun 1950, yang memicu Perang yang tidak pasti. Perang Korea berlangsung hingga 1953.

Krisis Rudal menunjukkan bahwa baik Amerika maupun Uni Soviet tidak siap menggunakan senjata nuklir karena takut akan pembahasan dari pihak lain ( dan dengan demikian saling menghancurkan dengan senjata nuklir). Kedua negara adiknya itu segera menandatangani Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir tahun 1964, yang melarang pengujian senjata nuklir di atas tanah.

Menuju Tatanan Dunia Baru

Tahun 1970 an Perang dingin mereka dan dibuktikan dalam Perundingan Pembatasan Senjata Strategis (SALT) yang menghasilkan perjanjian SALT 1 dan II masing masing tahun 1972 dan 1979, di mana kedua negara adiknya menetapkan batasan pada rudal antibiotik mereka dan pada rudal strategis mereka yang mampu membawa senjata nuklir. Namun Perang dingin mulai runtuh tahun 1980 an selama pemerintahan pemimpin Soviet Mikhail S. Gorbachev Reformasi internal Gorbachev telah melemahkan Partai Komunisnya sendiri dan memungkinkan kekuasaan beralih ke Rusia dan Republik Republik konstitusi Uni Sovier lainnya. Dan 15 negara baru merdeka telah lahir. Dan perang Dingin berakhir.[1]

Referensi


Didahului oleh:
Ludwig Erhard
Kanselir Jerman
1966–1969
Diteruskan oleh:
Willy Brandt

Karl Arnold • Hans Ehard • Hinrich Wilhelm Kopf • Reinhold Maier • Georg August Zinn • Peter Altmeier • Kai-Uwe von Hassel • Kurt Sieveking • Willy Brandt • Wilhelm Kaisen • Franz-Josef Röder • Franz Meyers • Kurt Georg Kiesinger • Georg Diederichs • Helmut Lemke • Klaus Schütz • Herbert Weichmann • Franz-Josef Röder • Hans Koschnick • Heinz Kühn • Alfons Goppel • Hans Filbinger • Alfred Kubel • Albert Osswald • Bernhard Vogel • Gerhard Stoltenberg • Dietrich Stobbe • Hans-Ulrich Klose • Werner Zeyer • Johannes Rau • Franz Josef Strauss • Lothar Späth • Ernst Albrecht • Holger Börner • Walter Wallmann • Björn Engholm • Walter Momper • Henning Voscherau • Alfred Gomolka • Berndt Seite • Oskar Lafontaine • Klaus Wedemeier • Edmund Stoiber • Erwin Teufel • Gerhard Schröder • Hans Eichel • Roland Koch • Kurt Biedenkopf • Kurt Beck • Klaus Wowereit • Wolfgang Böhmer • Dieter Althaus • Matthias Platzeck • Peter Harry Carstensen • Harald Ringstorff • Ole von Beust • Peter Müller • Jens Böhrnsen • Hannelore Kraft • Horst Seehofer • Winfried Kretschmann • Stephan Weil • Volker Bouffier • Stanislaw Tillich • Malu Dreyer • Michael Müller • Daniel Günther • Dietmar Woidke • Reiner Haseloff • Bodo Ramelow

Coat of Arms of Germany
  1. ↑ [Britannica.com/biography/Kurt-Georg-Kiesinger "Kurt Georg Kiesinger"]. Britannica.com. Diakses tanggal 9 Februari 2025.{{cite web}}: |first= tidak memiliki |last=; Periksa nilai |url=


Flag of JermanBiography icon

Artikel bertopik biografi Jerman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan