Minggu, 01 November 2026
07:16 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kurt Schwitters

Kurt Schwitters

Bagikan:
250px-Kurt_Schwitters_1927.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto Kurt Schwitter pada tahun 1927.

Kurt Karl Hermann Eduard Julius Schwitters (20 Juni 1887 - 8 Januari 1948) adalah seorang pelukis yang lahir di Hanover, Jerman.[1] Schwitters telah banyak berkarya di beberapa genre dan media, seperti Dadaisme, Konstruktivisme, Surealisme, puisi, suara, lukisan, patung, desain grafis, tipografi, dan apa yang kemudian dikenal sebagai seni instalasi.[2] Ia paling terkenal karena karya kolasenya yang berjudul Pictures Merz.[1][3]

Kurt Schwitters lahir pada tanggal 20 Juni 1887, di Rumannstraße, Hanover, adalah satu-satunya anak dari Edward Schwitters dan istrinya Henriette (née Beckemeyer).[2] Orang tuanya adalah pemilik sebuah toko pakaian wanita '.[2] Mereka pun menjual perusahaan mereka pada tahun 1898, dan menggunakan uang untuk membeli lima properti di Hanover yang mereka sewakan untuk umum, hal ini mampu menghidupi keluarga Schwitters hingga akhir masa hidupnya selama di Jerman.[2] Pada tahun 1901 keluarganya pindah ke Waldstrabe (kemudian Waldhausenstraße) 5, sebuah tempat yang saat ini disebut Merzbau.[2] Pada tahun yang sama, Schwitters menderita kejang epilepsi pertamanya, dia pun terbebas dari dinas militer di Perang Dunia I sampai tahap terakhir konflik.[2])

Rujukan

  1. 1 2 [http://sprengel-museum.de/bilderarchiv/sprengel_deutsch/ dokumente/pdf/kurt_schwitters_biografie.pdf "Sprengel Museum, Hanover"] (PDF). Diakses tanggal 2012-02-17.{{cite web}}: Periksa nilai |url=; line feed karakter dalam |url= pada posisi 57[pranala nonaktif permanen]
  2. 1 2 3 4 5 6 Dada, Leah Dickerman, National Gallery of Art, Washington p158
  3. ↑ Silke Schröder, Jürgen Husslik, Sagitta Gottfried. "Kurt & Ernst Schwitters Archive". Hanover: Schwitters-stiftung.de. Diakses tanggal 2012-02-17.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan