Rabu, 04 November 2026
04:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Kuil Yonghe

Kuil Yonghe

bangunan kuil di Tiongkok

Bagikan:
Kuil Yonghe

330px-Dongcheng%2C_Beijing%2C_China_-_panoramio_%2859%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Nama Tionghoa
Hanzi: 雍和宫
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Yōnghé gōng
Yue (Kantonis)
- Jyutping: jung1 wo4 gung1
Nama Manchu
Manchu: ᡥᡡᠸᠠᠯᡳᠶᠠᠰᡠᠨ
ᡥᡡᠸᠠᠯᡳᠶᠠᡴᠠ
ᡤᡠᠩ
Nama Mongolia
Mongolia: Найралт Найрамдyy Сүм
Nama Tibet
Tibet: དགའ་ལྡན་བྱིན་ཆགས་གླིང་
- Wylie: dga' ldan byin chags gling

Kuil Yonghe (Hanzi:雍和宫, "Istana Perdamaian dan Harmoni") sering juga disebut "Yonghe Lama" atau "Kuil Lama", adalah kuil dan biara sekolah Gelug Buddhisme Tibet yang terletak di Distrik Dongcheng, Beijing, Tiongkok. Bangunan dan karya seni kuil ini merupakan kombinasi dari gaya Han Tiongkok dan Tibet.

Sejarah

Pembangunan Kuil Yonghe dimulai pada 1694 selama Dinasti Qing, dulunya merupakan situs kediaman resmi untuk para kasim dari dinasti sebelumnya, kemudian diubah menjadi kediaman Yinzhen (Pangeran Yong), putra keempat Kaisar Kangxi. Setelah Pangeran Yong naik takhta sebagai Kaisar Yongzheng pada 1722, setengah dari bangunan itu diubah menjadi sebuah kompleks biara untuk para biksu Buddha Tibet. Setengah lainnya tetap menjadi bagian istana kekaisaran.

Setelah kematian Kaisar Yongzheng pada 1735, peti matinya ditempatkan di kuil ini. Kaisar Qianlong yang menggantikan Kaisar Yongzheng, memberikan status kekaisaran kuil ditandai dengan memasang genteng glasir pada atap kuil. Genteng berlapis kaca pada zaman itu hanya digunakan untuk atap bangunan yang ada di kompleks istana kaisar. Selanjutnya, biara yang ada di kuil ini menjadi tempat tinggal bagi sejumlah besar biksu Buddha Tibet yang datang dari Mongolia dan Tibet, sehingga kompleks khusus yang dihuni oleh para biksu aliran buddha Tibet ini menjadi pusat nasional pemerintahan Lama.

Kuil ini juga pernah menjadi situs Pemberontakan Peking melawan pemerintah Nasionalis Kuomintang pada 1929.[1]

Setelah Perang Saudara Tiongkok berakhir pada 1949, kuil itu dinyatakan sebagai monumen nasional tetapi setelah itu ditutup selama 32 tahun berikutnya.[2] Dikisahkan bahwa kuil ini selamat dari Revolusi Kebudayaan karena intervensi dari Perdana Menteri Zhou Enlai. Dibuka kembali untuk umum pada 1981, sekarang kuil ini telah berfungsi normal dan menjadi objek wisata yang populer di Beijing.

Galeri

  • Singa batu di bagian luar kuil.
    Singa batu di bagian luar kuil.
  • Pailou, gerbang masuk kuil.
    Pailou, gerbang masuk kuil.
  • Genta kuno raksasa.
    Genta kuno raksasa.
  • Aula Harmoni dan Damai (雍和宮).
    Aula Harmoni dan Damai (雍和宮).
  • Aula Perlindungan Abadi (永佑殿).
    Aula Perlindungan Abadi (永佑殿).
  • Paviliun Sepuluh Ribu Kebahagiaan (萬福閣)
    Paviliun Sepuluh Ribu Kebahagiaan (萬福閣)
  • Paviliun Sepuluh Ribu Kebahagiaan.
    Paviliun Sepuluh Ribu Kebahagiaan.
  • Gerbang Zhaotai (昭泰門).
    Gerbang Zhaotai (昭泰門).
  • Patung Je Tsongkhapa.
  • Patung Wei Tuo.
    Patung Wei Tuo.
  • Patung Maitreya Buddha.

Referensi

  1. ↑ Reuters (4 Maret 1929). "Peking Revolt. Regiment of Troops Mutiny". The Singapore Free Press and Mercantile Advertiser. Diakses tanggal 26 Oktober 2018.{{cite news}}: |author= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Zatko, M. (2014). The Rough Guide To Beijing. (fifth edition). Rough Guides. London, UK


Ikon rintisan

Artikel bertopik bangunan dan struktur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan